APU-RI Ajak Masyarakat Kumpulkan Uang Logam Untuk Bantu Pemerintah Bayar Hutang

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Advokat Peduli Ulama dan Umat Republik Indonesia (APU-RI) menggelar Gerakan Peduli : Satu Coin Rakyat Selamatkan Bangsa.

Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia mengumpulkan uang logam (coin) Rp1000 dalam membantu pemerintah untuk membayar hutang luar negeri yang kian membesar.

Ketua Umum Advokat Peduli Ulama dan Umat Republik Indonesia (APU-RI) Dahlia Zein, SH, MH mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai rasa keprihatinan mendalam terhadap hutang negara yang makin membengkak di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Ditambah lagi pihaknya merasa prihatin karena pemerintah akan menggunakan Dana Haji dengan alasan digunakan ntuk infrastruktur karena hutang makin meningkat.

“Kami melakukan pengumpulan koin ini untuk menyelamatkan bangsa karena pemerintah membayar bunga hutangnya saja sebesar Rp500 triliun. Jangan sampai pemerintah menggunakan dana lain apalagi menggunakan Dana Haji untuk membayar hutang,” ujar Dahlia Zein kepada Kanalindonesia.com di Menteng, Jakarta, Jum’at (4/8/2017) kemarin.

Baca:  Presiden Jokowi Puji Jagung Lamongan

Ia menambahkan aksi kepedulian pengumpulan uang logam ini akan dilakukan di seluruh Indonesia yang teknis pelaksanaannya dilakukan cabang-cabang APU-RI di daerah serta meminta uang logam di jalan raya dan tempat-tempat keramaian lainnya.

“Jangan sampai anak cucu kita menanggung beban hutang dan kita tidak ingin Indonesia menjadi bangkrut akibat hutang sebagaimana yang terjadi di Yunani atau di Myanmar,” katanya.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) bahwa utang luar negeri Indonesia per Januari 2017 mencapai 320,28 miliar dolar AS atau setara dengan Rp4.272 triliun.

Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat laporan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta jiwa, maka 1 penduduk Indonesia rata-rata me menanggung hutang negara sebesar Rp13juta.

Baca:  Literasi Gizi : Belajar dari Polemik Susu Kental Manis

“Hasil akhir pengumpulan koin ini akan diserahkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai tambahan membayar hutang Indonesia. Berapapun hasilnya akan diserahkan kepada Menteri Keuangan pada tanggal 17 Agustus 2017,” tutur Dahlia Zein, SH. @Fatih