Residivis Perampasan di Madiun: Akui Aksinya Setelah Ditanya Kapolres

pelaku beserta barang bukti
pelaku beserta barang bukti

KANALINDONESIA.COM : Polisi mengamankan HC(32) warga Desa Klampok, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, seorang residivis yang melakukan perampasantelephone genggam di Jalan Raya Kare-Cermo masuk Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Dalam melakukan aksinya pelaku mengancam korban dengan menggunakan palu agar menyerahkan barang-barang berharga.
Korban adalah warga Desa Karangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, sempat mengenali pelaku yang sekujur tubuhnya bertato.

“Pelaku mengendarai motor protolan, tanpa nomor polisi (nopol) di Jalan Raya Kare-Cermo masuk Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Melihat korban tengah selfi memakai kamera ponsel dengan temannya langsung dihampiri dan dipukuli,” jelas Kapolres Madiun AKBP Sumaryono didampingi Kasat Reskrim AKP Gatut Setyabudi, Senin (25/07/2016).

Menurutnya korban pernah mengenali pelaku, lalu bersama kenalan korban memancing pelaku ke lokasi sama untuk diajak minum-minuman keras (miras). Agaknya, pelaku tidak mengenali korban, langsung diajak ke lokasi. Begitu dalam keadaan mabuk, pelaku oleh korban langsung diamankan, sejumlah warga sekitar sempat emosi dan memukuli korban.

Beruntung, aksi masa yang memukuli korban diketahui petugas yang tengah patroli dan kemudian langsung mengamankanya ke Mapolsek Kare.

Kasus ditangani Sat Reskrim Polres Madiun, namun dalam pemeriksaan petugas, pelaku membantah telah melakukan pemerasan. Akan tetapi, disaat dirilis, kepada Kapolres Madiun, pelaku mengakui semua perbuatannya.

“Ya, pak. Saya melakukan hal itu, uang hasil mbegal saya pakai untuk makan. Saya pernah 2 kali dipenjara dalam kasus sama, pertama dihukum 5 bulan dan kedua dihukum 12 bulan,” ujarnya dihadapan Kapolres Madiun.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 368 ayat 1 dan 2 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

(as)