Polres Madiun Bekuk Komplotan Penipu Batu Merah Delima

Tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Madiun ( foto : kanalindonesia.com)
Tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Madiun ( foto : kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Tiga orang komplotan penipuan batu merah delima, yaitu AMR(21), AG (23) keduanya warga Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jabar dan ATM (23) warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dibekuk anggota Sat Reskrim Polres Madiun akhir pekan lalu.

Penangkapan anggota komplotan penipuan tersebut bermula dari informasi yang diperoleh dari jajaran di Polda Jatim, Jateng dan Jabar, dimana komplotan tersebut pernah melakuakn aksinya di tujuh wilayah dalam tiga provinsi, yakni di kota Sragen, Subang, Kertosono, Nganjuk, Madiun Kota dan Madiun Kabupaten serta Brebes.

Berbekal informasi dari jajaran sejumlah Polres di Jatim, anggota Polres Madiun akhirnya mengetahui keberadaan komplotan dan berhasil mengamankanya.

“Mereka ditangkap, saat bertransaksi dengan calon korban depan di RSUD Mejayan, Kabupaten Madiun,” jelas Kapolres Madiun AKBP Sumaryono didampingi Kasat Reskrim AKP Gatut Setyabudi, Senin (25/07/2016).

Dalam beraksi, tambahnya, ketika pelaku mendapati pembeli, kemudian pelaku berusaha meyakinkan jika batu merah delima adalah warisan milik sesepuhnya.

Guna meyakinkan korban, pelaku mengetes dengan memasukan batu merah delima, sebelumnya dalam guci kecil. Selanjutnya, batu dimasukkan dalam air botol mineral dan menyala, padahal itu bukan batu merah delima.

Dari pengakuan pelaku, batu itu biasa dipakai nelayan untuk memasang jaring dengan ditandai batu itu, saat berada dalam air menyala.

Selama beraksi disejumlah daerah, batu itu bisa laku seharga Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah. Pelaku mengendarai mobil untuk beraksi, mengaku bermodal Rp 40 ribu bisa raup keuntungan besar.

“Komplotan ini berpindah-pindah tempat dalam menjalankan aksinya sudah di tujuh tempat yakni di Sragen,Subang, kertosono, Nganjuk, Madiun kota dan Madiun kabupaten serta mrebes,” jelas kapolres Madiun kepada kanalindonesia.com, Senin(25/07/2016)

Kapolres menjelaskan modus operandi komplotan tersebut yakni dengan berpura pura menawarkan batu pusaka yakni batu merah delima, dan yang membuat korban tertarik jika batu tersebut dimasukkan ke dalam air dapat menyala padahal batu tersebut merupakan alat milik nelayan yang biasanya untuk menjaring ikan,

“Modusnya mereka berpura pura saling transaksi batu pusaka yang mereka sebut merah delima didepan korban, sehingga membuat korban tertarik ditambah batu itu akan menyala jika dimasukkan air padahal alat itu milik nelayan buat menjaring ikan, dari keterangan tersangka, hasil penipuan itu korban bisa terperdaya sehingga berani membeli sampai harga lima juta rupiah,”pungkas AKBP Sumaryono.

Petugas selain mengamankan pelaku juga menyita barang bukti berupa mobil APV nopol B 2410 JM, 16 guci kecil berisi batu, uang tunai Rp 1,2 juta.

Hasil penipuan mereka bagi, setelah dipotong untuk biaya sewa mobil dan biaya operasional lainya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

(as)