Forum Ulama, Bathsul Masail Sikapi Muktamar Ke 33 NU

- forum ulama, dan kiai dalam bahtsul masail di pesantren al aziziyah
– forum ulama, dan kiai dalam bahtsul masail di pesantren al aziziyah

KANALINDONESIA.COM :Hampir satu tahun Muktamar Ke – 33 NU dilaksanakan, namun masih ada yang harus diluruskan menurut pandangan Kyai. Muktamar NU ke 33 masih terus menjadi perhatian forum ulama dan pengasuh pondok pesantren di beberapa wilayah di Indonesia.

Salah satu konsistensi dan pandangan para ulama tersebut ditunjukkan dengan menggelar bahtsul masail di Pondok Pesantren Al -Aziziyah Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Forum Ulama di kediaman KH Aziz Masyhuri tersebut hadir para Kiai dan Pimpinan Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Diantaranya, KH Fadlolan Musyafak dari Semarang, KH Muhyidin Khotib dari Sukorejo Situbondo, KH Ali Musyafak Kediri, KH Misbahus Salam Jember, KH Helmy dari Depok, KH Ma’ruf Zuhdi Tuban, dan KH Khusnul Khuluq Gresik dan juga kalangan santri, Senin (25/07/2016).

KH Aziz Masyhuri, Pengasuh Ponpes Al Aziziyah mengatakan forum yang diadakan dikediamannya ini membahas sejumlah persoalan yang dinilai kurang sependapat dengan hasil dan proses Muktamar NU ke 33. Kita mengkaji muktamar Ke – 33 NU mulai dari sebelum dilaksanakan, proses pelaksanaan dan pasca pelaksanaannya dari perspektif fiqh.

Lebih lanjut, KH Fadlolan Musyafa menjelaskan sejumlah persoalan yang disoroti dalam forum tersebut, yakni tentang kegaduhan muktamar yang dipicu perilaku panitia dan oknum pengurus PBNU yang memaksakan sistem AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) dan bertindak diskriminatif antara peserta yang pro dan kontra AHWA, juga proses dan tidak diberikannya hak para muktamirin.

Termasuk pernyataan Said Aqil Siradj terkait kecungannya pada Muktamar ke 33 NU di Jombang.” lebih baik menang meskipun dengan cara curang, daripada kalah tapi kemudian menjelek-jelekkan,”. Pernayataan ini dinilai merupakan pengakuan terang-terangan bahwa muktamar Ke – 33 NU benar-benar terjadi kecurangan.

“Penglihatan yang jernih terhadap fakta di muktamar di satu sisi dan perenungan yang mendalam terhadap ayat-ayat dan hadist di sisi lain, memaksa kita untuk mengambil kesimpulan bahwa hasil muktamar NU di Jombang, khususnya menyangkut kepengurusan adalah tidak sah menurut pandangan hukum islam,” Ungkap Fadlolan, kepada wartawan.

Sementara itu, Kiai Aziz Masyhuri meminta agar panitia muktamar dan pengurus PBNU mengakui kesalahan dan kecurangan yang sudah dilakukan selama muktamar. Muktamar ini merupakan terburuk sepanjang sejarah, Maka kami minta panitia dan pengurus PBNU meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan tersebut.

Diketahui, Muktamar ke 33 NU di laksanakan pada Agustus 2015 lalu di Jombang, Jawa Timur dan menghasilkan pemilihan secara AHWA memutuskan KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua, Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU. Beberapa pihak telah mengajukan ke pengadilan atas kecurangan dan berbagai persoalan yang menyangkut Muktamar ke 33 NU.
(an)