Ngawi Harus Puas Dengan Sertifikat Adipura 2016

piala-adipura- ( istimewa)
piala-adipura- ( istimewa)
KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi gagal raih Piala Adipura 2016. Suatu penghargaan tertinggi di bidang kebersihan dan pengelolaan kota. Meski demikian seperti tahun sebelumnya, Kabupaten Ngawi tahun 2016 ini hanya meraih sertifikat Adipura dari pemerintah pusat.

Gagalnya mendapatkan piala bergengsi dibidang kebersihan tentunya tidak lepas dari buruknya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) kabupaten setempat yang berada di Desa Selopuro, Kecamatan Pitu.

“Tahun ini tidak dapat (Piala Adipura-red) tentu banyak yang mempengaruhi tentunya berkaitan dengan lingkungan, trotoar dan kebersihan. Pokoknya faktornya macam-macam terutama tentang pengelolaan sampah,” terang Siswanto Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Ngawi, Senin (25/07).

Siswanto pun mencatat, Pemkab Ngawi harus segera keluar mencari terobosan dan berinovasi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah. Tandasnya, langkah itu tentunya dibarengi sistem pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan tidak hanya sebatas pada TPA di Desa Selopuro melainkan secara umum seperti dipasar.
Ujarnya lagi, dengan sertifikat Adipura setidaknya menjadi motivasi semua leanding sector untuk lebih berkreasi menuntaskan permasalahan sampah sampai pada titik ramah lingkungan. Sisi lain diakuinya, penilaian menuju Piala
Adipura tahun ini memang super ketat secara nasional hanya diambil 32 kabupaten/kota.

Diakhir keteranganya Siswanto membenarkan sekarang ini akan dibangun kerjasama semacam nota kesepahaman (MoU) dengan salah satu Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak dibidang sampah. Nantinya pihak Pemkab Ngawi secara output tidak bicara soal restribusi melainkan mengurangi dampak akan sampah yang bakal dijadikan pupuk organik.

(dik)