Kementerian Perindustrian Dorong Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Tumbuhkan Santripreneur Di IKM

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Kementerian Perindustrian semakin gencar menciptakan wirausaha baru dilingkungan Pondok Pesantren melalui Program Santripreneur pada tahun 2017. Salah satunya, Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, menjadi pilihan untuk mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM).

“Pastinya program ini mampu mendukung pemerataan ekonomi nasional, karena jumlah pondok pesantren di Indonesia sangat banyak,” kata Dirjen industri kecil dan menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Ponpes Sunan Drajat Lamongan, Jawa Timur, Senin (7/8/2017).

Kementerian Perindustrian rencanannya akan mendidik dan membina sekitar 10 orang santri dari 12 ribu santri Ponpes Sunan Drajat yang terpilih untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan dibidang pengolahan ikan.

“Melalui Kementerian Perindustriam kita beri bantuan berupa mesin peralatan, untuk pembuatan pengolahan bakso ikan. Kita akan lakukan pelatih,” ucapnya.

Baca:  Warung Petiyen Lamongan Dirazia, Garuk Mucikari, PSK dan Pria Hidung Belang

Menurut Gati, pihaknya akan melakukan proses monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pilot project santripreneur 2017. Bila program ini berhasil maka akan dikembangkan ke pondok pesantren lainnya.

Sementara pengasuh Ponpes Sunan Drajat KH. Abdul Ghofur menyambut baik pelaksanaan program santripreneur yang dicanangkan Kemenperin. Selain itu, melalui usaha nanti para santri berguna bagi masyarakat menumbuhkan perekonomian daerah setempat dan sekaligus dapat menyerap tenaga kerja.

“Kami adalah salah satu pondok pesantren yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan operasional didalam lingkungan pondok dengan memiliki beberapa unit industri seperti produksi air minum, jus, kemiri sunan, garam samudra dan pupuk,” paparnya.

Selain Ponpes Sunan Drajat, Kemenperin juga menciptakan wirausaha baru di lingkungan Pondok Pesantren melalui program Santripreneur di sejumlah Pondok Pesantren yang tersebar di empat provinsi di Jawa.

Baca:  Boy Rafli Amar Luncurkan BNPT TV Channel untuk Tangkal Terorisme Melalui Konten Kreatif

“Kita kerjasama sama ponpes tidak hanya disini saja, tapi diseluruh indonesia, jadi kita akan gerakkan secara ekonomi, kita bicara industri. Kita jajaki ada dua, kemarin Nurul Imam, lalu di Bogor sama ini. Jawa Timur ini yang pertama, pilot project ini,” tuturnya.

Gati menambahkan, Kementerian Perindustrian akan menggelontorkan bantuan untuk mendorong pertumbuhan IKM sebesar Rp 20 milyar. Jumlah tersebut terbagi pada 2017 sebesar Rp 14 milyar, dan Rp 6 milyar pada tahun 2018. (Fer)