Anak dan Istri, Korban Laka Tol Tuntut Ganti Rugi ke MHI

anak dan istri Ngadik korban meninggal kecelakaan tol, saat mediasi tuntutan ganti rugi biaya pendidikan anaknya

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Mulyatin (42), warga Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben Jombang Jawa Timur, menuntut ganti rugi berupa biaya pendidikan atas anaknya yang nasih berumur 4 tahun, dan 7 tahun, pada PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI). Hal ini diakibatkan Ngadik (42) suami dari Mulyatin meninggal dunia karena terlindas kendaraan dump truk bermuatan sirtu yang akan dibawa ke pembangunan tol oleh PT MHI.

“ setidaknya ada bea siswa pendidikan dari MHI untuk kedua anak saya sampai SMA. Tapi pihak MHI keberatan dan belum ada kesepakatan,” kata Mulyatin, pada wartawan pada Rabu 9 Agustus 2017.

Baca:  Siap Menjadi Kampung Tangguh COVID-19, Desa Sumberwudi Lakukan Persiapan

Masih menurut Mulyati, pihaknya ditawari oleh perwakilan dari MHI, ganti rugi berupa uang tunai sebesar 21 juta.” Itu tadi permintaan saya tidak disetujui dan hanya di kasi uang santunan 21 juta, itu saja dasarnya karena peraturan dari BPJS,” tegasnya.

Sementara itu Johan Budi. W selaku Camat Kesamben, mengaku bahwa pihaknya sudah memediasi antara pihak PT Hutama Karya (HK) dan keluarga Ngadik, terkait tuntutan ganti rugi.” Saya hanya menjembatani, antara humas yakni mas Tio dan Mas Tito dari HK, dengan masyarakat saya. Dan poinnya mereka sudah sepakat memberikan ganti rugi sebesar 21 juta,” tukasnya.

Tio selaku bagian humas dari PT HK, menegaskan bahwa terkait ganti rugi ini, bukanlah kewenangan dari MHI, karena pelaksanan pekerjaan tol ini adalah HK. Dan dari pihak HK hanya bisa memberikan ganti rugi sebesar 21 juta pada keluarga Ngadik.” Berdasarkan acuan dari BPJS kita hanya bisa memberikan santunan sebasar 21 juta mas,” tandasnya.

Baca:  Geledah Ruang Kerja Bupati, KPK Minta Wabup dan Sekda Jadi Saksi

Lanjut Tio, kejadian kecelakaan ini murni kelalaian dari supir yang mengangkut matrial, dan itu juga merupakan keterangan resmi dari pihak kepolisian. Atas dasar ini kita menganggap bahwa ini murni kecelakaan, dan tempatnya kebetulan ada di pembangunan tol.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ngadik (42) seorang pengendara motor yang setiap harinya bekerja sebagai tukang servis TV, asal Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, tewas di lokasi pembangunan jalur overpass jalan tol Jombang – Mojokerto, Dusun Rembugwangi, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, Selasa 2 Agustus 2017. Korban tewas setelah truk yang ada di depannya tiba-tiba mundur dan melindas korban.

“ truk muatan sirtu yang dari arah selatan ke utara tiba-tiba mundur, karena tak kuat saat menanjak mas, meski sudah di rem truknya masih mundur, dan melindas pengendara motor di belakangnya,” kata Samsul Hadi warga setempat yang melihat langsung kejadian tersebut.

Baca:  Pemusnahan Barang Sitaan Bea Cukai

Sementara itu Arif Budiarjo selaku Kepala Dusun setempat, mengaku bahwa diarea tersebut memang sering terjadi kecelakaan, dan kecelakaan ini adalah kali keduanya dengan akibat korban meninggal dunia.(elo)