Tangkap DPO Pengedar, Polisi Sita 9.430 Butir Pil Koplo

Tujuh bulan jadi DPO kasus peredaran pil, SN akhirnya berhasil ditangkap

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Unit Reskrim Polsek Kabuh menangkap SN (36), warga Dusun Pendowo, Desa Kabuh, Kecamatan Kabuh, Jombang Jawa Timur. Tersangka ini masuk dalam daftar perncarian orang (DPO) dalam kasus peredaran pil koplo jenis dobel yang diburu apart Kepolisian, sejak Januari 2017 lalu. Dari penangkapan ini petugas berhasil menyita 9.430 butir pil koplo siap edar.

“Penangkapan di lakukan di simpang empat traffic light atau lampu lalu lintas Jl Raya Bawangan Kecamatan Ploso,” kata Iptu Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang, Rabu 9 Agustus 2017.

Subadar menjelaskan, pengejaran terhadap tersangka, bermula dari penangkapan terhadap tersangka lain yang bernama AZ pada Januari 2017 lalu. Dari pemeriksaan polisi, AZ mengaku mendapatkan barang terlarang tersebut dari SN.

Baca:  Gerebek 3 Home Industri Ilegal, Polisi Amankan 700 Kg Merkuri

Meski petugas bergerak cepat, tersangka SN yang terkenal ‘licin’ sudah menghilang saat petugas menggerebek rumahnya. Sejak itu, SN menjadi DPO. Terhitung selama tujuh bulan, pengedar pil koplo ini tak kelihatan batang hidungnya.

Lanjut Subadar, selanjutnya pada, Selasa 8 Agustus 2017, polisi mendapatkan informasi bahwa SN muncul di desanya.Tak ingin buruannya lepas, sejumlah petugas menyebar di Jl Raya Bawangan yang notabene tempat pelaku sering melintas.

Benar saja, tak lama melakukan pengamatan, polisi melihat tersangka melintas mengendarai sepeda motor. Pengejaran dilakukan. Saat berhenti di simpang empat Jl Raya Bawangan, polisi langsung meringkusnya.Tersangka tak bisa berkutik. Dia hanya pasrah ketika digelandang ke kantor polisi. Apalagi petugas menemukan barang bukti yang cukup banyak, yakni 9.430 butir pil koplo. Rinciannya, sembilan bungkus pil double L yang masing-masing berisi 1.000 butir.

Baca:  Dua Begal Sepeda Motor Dikeler Oleh Polsek Modung

Imbuh Subadar, kemudian delapan bungkus plastik kecil yang masing-masing berisi 50 butir, selanjutnya satu bungkus palstik kecil berisi 30 butir. Petugas juga menyita tiga bungkus plastik kecil yang digunakan untuk membungkus pil, serta tas kresek warna hitam yang digunakan untuk menyimpan pil koplo. “Pelaku dijerat Pasal 196 Undang-undang RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkas Subadar.(elo)