Kurir Sekaligus Bandar Sabu, Dibekuk Satresnarkoba Polres Jombang

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, beserta Kasat Resnarkoba dan Kasubag Humas saat gelar acara pers rilis penangkapan bandar dan kuris sabu

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : SD (38), warga Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang Jawa Timur, dibekuk oleh aparat kepolisian dari Satresnarkoba Polres Jombang. Bahkan saat diamankan Polisi, tersangka melakukan perlawanan, sehingga polisi menghadiahi timah panas pada kaki tersangka.

Dari tangan tersangka SD, polisi menyita sabu seberat 19,14 gram. Selain itu, petugas juga menyita uang Rp1 juta serta sebuah HP merk Polytron. “Pelaku kabur saat ditangkap. Makanya kita tembak kedua kakinya,” kata AKBP Agung Marlianto, selaku Kapolres Jomban, Rabu 9 Agustus 2017.

Masih menurut penjelasan Agung, penangkapan tersangka ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan Satreskoba Polres Jombang. Dari hasil penyelidikan itu, petugas menangkap PG (39), warga Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Jombang. Peran tersangka PG dalam jaringan ini, yakni berperan sebagi kurir sabu . Tersangka PG setiap harinya berprofesi sebagai sopir ambulans. “ dari penangkapan tersangka PG, petugas berhasil menyita sabu 0,90 gram. Selanjutnya dilakukan pengembangan oleh petugas,” ungkap Agung.

Baca:  Rekontruksi Kasus Penggelonggongan Nenek di Trenggalek 60 Adegan Diperagakan Pelaku

Lanjut Agung, kepada petugas, tersangka PG mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang berinisial SD, warga Karobelah, Kecamatan Mojoagung. Tak ingin membuang kesempatan, polisi kemudian menggerebek Doyok di rumahnya. Nah, saat penggerebekan itulah bandar sabu ini berupaya kabur sehingga petugas melumpuhkannya dengan timah panas.

Imbuh Agunng, tidak berhenti sampai di situ. Setelah dilakukan pengembangan oleh polisi, muncullah nama DSA (21), seorang pramusaji sebuah kafe yang berasal dari Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Jombang. “Tersangka ketiga ini kurir sekaligus bandar. Dari DSA kita sita barang bukti sabu seberat 0,64 gram, kemudian 22 lembar bukti transfer, timbangan, serta HP,” tandasnya.

Dari penangkapan DSA tersebut, akhirnya Polisi menguak, peredaran sabu ini berasal dari salah satu Lapas di Jawa Timur.  “Hasil pengembangan, para bandar ini memesan Sabu dari pelaku yang saat ini berada di salah satu Lapas di Jatim. Tentunya, pemasok ini seorang napi (red : narapidana). Oleh karena itu, Polres Jombang melakukan koordinasi dengan Kemenkumham sebagai otoritas yang menaungi Lapas,” pungkasnya.

Baca:  Jual Pil Koplo Ke Teman Kencan, Seorang Kuli Bangunan Dibekuk Polisi

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu dengan total 20, 68 gram. Kini Polisi masih mendalami kasus ini dan memburu tersangka lain. Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) U U RI. No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman humuman di atas 5 tahun penjara.(elo)