Angkut Jati Hutan Tanpa Surat, Warga Ponorogo Diamankan Polisi

Tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Mlarak
Tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Mlarak

KANALINDONESIA.COM : Anggota Unit Reskrim Polsek Mlarak mengamankan JKN(56) warga Dukuh Gunung Thukul, Desa Suru, Kecamatan Sooko, Ponorogo karena kedapatan sedang mengangkut tiga batang kayu jati tanpa dilengkapi surat ijin, di Jalan Raya Mlarak Pulung, tepatnya masuk Desa Suren, Kecamatan Mlarak, Senin (25/07/2016) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan bermula, saat sebelumnya anggota Unit Reskrim Polsek Mlarak mendapatkan informasi dari petugas Perhutani bahwa ada orang yang akan mengangkut kayu jati tanpa ijin yang melewati wilayah hukum Polsek Mlarak.

Mendapati informasi tersebut, anggota Polsek Mlarak langsung melakukan Patroli bersama dengan petugas Perhutani.

Disaat dalam perjalanan patroli tersebut, petugas gabungan melihat tersangka yang sedang mengangkut kayu jati melintas di Jalan Raya Mlarak-Pulung , yang kemudian dihentikan dan dilakukan pemeriksaan. Namun saat ditanyakan surat kayu tersebut tersangka tidak bisa menunjukkan.

“Sebelumnya, anggota unit Reskrim Polsek Mlarak mendapatkan informasi dari Polhut, jika ada orang yang dicurigai sedang mengangkut kayu jati hutan, setelah dilakukan patroli akhirnya anggota gabungan dari Polsek Mlarak dan Petugas Perhutani akhirnya menemukan pelaku sedang mengangkut kayu jati melintas di Jalan Raya Mlarak-Pulung, dan setelah dihentikan ternyata pelaku tidak bisa menunjukan surat-surat ijin,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Harjadi.

Untuk proses pemeriksaan selanjutanya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Mlarak.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan 3 batang kayu jati dengan ukuran 110 x 17 x 17, satu unit sepeda motor Nopol AG 2128 BT .

“Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan guna pengembangan kasus,”terang AKP Harjadi.
Atas perbuatanya tersebut, diduga pelaku telah melanggar pasal 83 ayat 1 huruf b UU No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

(wad)