Direktur RSUD Jombang, Tutup Mata Terkait Adanya Pengunjung, yang Parkir Di Jalur KTL

kendaraan pengunjung RSUD Jombang yang terparkir tepat di bawah rambu larangan parkir

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Beberapa kendaraan roda empat pengunjung pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang Jawa Timur, memilih pakir di bahu jalan, KH Wahid Hasim Jombang. Hal ini dikarenakan terbatasnya lahan parkir, serta adanya aktifitas pembangunan proyek di rumah sakit tersebut, namun pihak RSUD terkesan membiarkan adanya pengunjung RSUD yang memarkir di jalur kawasan tertib lalulintas (KTL) tersebut.

Bahkan saat dikonfirmasi terkait adanya pengunjung RSUD yang memarkir di jalur KTL, Dr Puji Umbaran selaku Direktur RSUD Jombang, berbelit dan terkesan menghindari dari pertanyaan tersebut.” Mohon maaf saya baru selesai rapat, dan ini sudah pulang persiapan praktek,” kata Puji Umbaran, saat dikonfirmasi via aplikasi WhatsApp (WA), Rabu 9 Agustus 2017.

Baca:  Gandeng Baznas, JNE Bagi-bagi 1.000 Sepatu Kepada Anak Korban Bencana Tsunami di Palu dan Lombok

Agus (57), salah satu pengunjung RSUD yang memilih memarkir kendaraannya di bahu jalan lantaran, ada aktifitas pembangunan proyek didalam RSUD.” parkir di dalam sudah penuh. Lagi pula di dalam nanti kena debu dan matrial proyek,” ungkap Agus.

Saat ditanya bahwa di area tersebut ada rambu larangan parkir, pihaknya mengaku bahwa banyak orang yang parkir di jalan itu, dan lagi pula tidak ada petugas dari dinas terkait yang berjaga.”kalau gak boleh mau ditaruh dimana lagi, kendaraannya, mas” tandasnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana, berjanji akan menindak mereka yang kedapatan parkir dikawasan larangan parkir tersebut. “Akan kami tindak tegas, apalagi bagi mereka yang jelas-jelas parkir didepan rambu larangan parkir,” pungkasnya.

Baca:  Atasi Problem PTPN IX, Ditjen PSP Kementan Gencar Kampanye Anti Alih Fungsi Lahan

Dari pantauan kanalindonesia.com, aktifitas pengerjaan proyek di dalam RSUD, selain mengakibatkan debu, juga terdengar suara bising. Bahkan di area pembangunan tersabut, tidak dipasang jarring (red: paranet), untuk menghindari debu dan matrial agar tidak mengganngu pengunjung yang datang.(elo)