Mantan Kepala UPT Ngimbang Lamongan Dijebloskan Ke Penjara

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAM; Kejaksaan Negeri Lamongan menahan Mantan Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngimbang terkait dugaan korupsi pemotongan dan BOS, sertifikasi dan gaji guru, pada Selasa sore (9/8/2017) pukul 17.30 Wib.

Usai dilakukan pemeriksaan tertutup diruangan Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lamongan. Tersangka AS, mantan kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Ngimbang, Lamongan, langsung digiring ke mobil tahanan untuk dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (LP).

AS ditahan karena telah melakukan dugaan korupsi pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan pemotongan dan Tunjangan Profesi Pendidik (Sertifikasi) serta pemotongan dana gaji Guru.

“Tersangka AS melakukan dugaan korupsi pemotongN dana BOS, dan pemotongan sertifikasi serta pemotongan dana gaji guru,” kata Hary Purwanto Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lamongan.

Baca:  Influencer Pegiat Medsos Jombang Siap Berkolaborasi Bersama Jogo Jombang

Menurut Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Lamongan, Hery Purwanto, tersangka langsung dijebloskan ke Lapas terkait dugaan korupsi tahun anggaran 2012 hingga 2016. Tersangka sudah merugikan negara mencapai Rp 300 juta.

“Tersangka sudah merugikan negara sebesar Rp 300 juta. Barang bukti kejaksaan sudah lengkap dan kami langsung menahan tersangka, dan dikirim LP,” sebut Hery.

Hery juga menyatakan, saat ini kejaksaan masih menetapkan satu tersangka terkait dugaan Kasus Korupsi di lingkup UPT yang ada di Lamongan.

“Kami baru menetapkan satu tersangka. Dan ada kemungkinan kami menangkap tersangka lagi yang di UPT lainnya,” tegas Hery.

Tersangka saat ini dikenakan Pasal 12 Huruf E dan Pasal 11 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 4 Tahun Penjara. (Fer)

Baca:  Ngopi Bareng Ala Wakil Bupati Lamongan Guna Serap Aspirasi Masyarakat