Terkait Rastra Kualitas Buruk, Komisi B DPRD Jombang Sidak Ke Bulog

komisi B DPRD Jombang saat melakukan Sidak ke Bulog Jombang

KANALINDONEISA.COM, JOMBANG : Adanya keluhan masyarakat Jombang, terkait adanya beras dengan kualitas buruk, membuat Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, melakukan Inspeksi mendadak (sidak). Alahasil dari sidak komisi B, masih menemukan beras dengan kualitas buruk, di gudang Bulog Tunggorono dan Dapurkejambon, Jombang. Bahkan beras tersebut kondisinya remuk, berkutu, serta berubah warna menjadi kuning, diduga hal ini dikarenakan terlalu lamanya penimbunan beras yang ada di gudang bulog tersebut.

“Ternyata masih ada beras yang remuk dan berubah warna tersimpan di gudang Bulog. Ada juga beras yang berkutu,” kata  Novita Eki Wardani, salah satu anggota DPRD Jombang, Kamis 10 Agustus 2017.

Baca:  Peliburan Sekolah Prihal Virus Corona, Disdik Pamekasan Belum Terima Surat Edaran Dari Pemerintah Daerah

Selanjutnya rombongan Komisi B, berpindah sidaknya dari gudang Bulog Tunggorono, ke gudang di Desa Dapur Kejambon. “Beras yang tersimpan di gudang ini baunya sudah apek, karena penyimpanannya terlalu lama, dan kami berharap agar Bulog tidak menyimpan beras terlalu lama,” ungkap Rochmad Abidin selaku  Ketua Komisi B DPRD Jombang.

Ketika disinggung terkait rendahnya kualitas beras, Rochmad mengaku sudah menyampaikan ke pihak bulog agar pendistribusian kepada warga bisa dipercepat. Dengan begitu, proses penyimpanan beras tidak terlalu lama. “Kalau menyimpannya tidak terlalu lama, beras bisa diterima masyarakat dalam kondisi baik. Dan apabila masyarakat menerima beras rastra dengan kualitas buruk, sebaiknya warga segera melapor ke Desa dan bisa dikembalikan ke pihak Bulog,” paparnya.

Baca:  Jelang Ajang Pemprov 2022, 117 Atlet Pamekasan Jalani Rapid Test Covid-19

Selain memberikan jaminan pengembalian beras kualitas buruk, Komisi B juga menyarankan pada pihak bulag untuk memperketat, pengawasan, khususnya sebelum beras dibagikan ke masyarakat.”Kami juga mengingatkan agar pihak Bulog lebih memperketat pengawasan. Harus dilakukan rechecking (red : pengecekan kembali) sebelum didistribusikan ke masyarakat,” tukasnya.

Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan (Wilayah Mojokerto-Jombang) Irsyad mengakui bahwa kutu memang ada di gudang penyimpanan bulog. Termasuk perubahan warna beras memang pasti terjadi karena masih disimpan di dalam gudang bulog.

“Kami akan mengganti rastra yang tidak layak konsumsi apabila diterima warga. Sampai sekarang tidak ada yang menyampaikan pengaduan kepada kami. Jika ada, silahkan langsung sampaikan secara langsung, kami pasti akan mengganti dengan yang baru,” pungkasnya.(elo)

Baca:  Dukung Investasi Hijau di Papua, Kementan Salurkan KUR Sebesar Rp 1 Triliun di Sorong