Awas, Ada Jamu Ilegal Beredar Di Lamongan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya mengimbau masyarakat berhati-hati memilih produk jamu untuk dikonsumsi. Ini menyusul temuan ribuan produk jamu ilegal yang beredar bebas di Lamongan, Jawa Timur.

BPOM Surabaya bersama tim gabungan menemukan produk jamu ilegal itu dari sebuah rumah distributor jamu milik Strominah di jalan Andan wangi, Kecamatan kota Lamongan. Di dalam rumah sekaligus gudang tersebut, tim gabungan menemukan jamu siap edar sebanyak 4 ribu bungkus.

“Peredaran produk jamu ini sudah lama kita pantau. Hari ini kita datangi distributornya untuk memastikan,” kata Kasi Penyidikan BPOM Surabaya, Siti Amanah di Lamongan, Kamis, (10/8/2017).

Terdapat 49 merek jamu yang ditemukan dari dalam gudang tersebut. Antara lain jamu cair cap Tolo Klanceng, jamu pegal linu cap Madu Klanceng, jamu asam urat cap Mahkota dewa, dan kapsul asam SKM. Dan 10 kosmetik yang dilarang beredar.

Baca:  Reses Di Desa Pupus Magetan, Sri Subiati Akan Kawal Program P2T dan Jembatan Penghubung

Siti mengimbau masyarakat agar lebih jeli dan teliti sebelum mengonsumsi produk jamu. Konsumen diminta memeriksa masa kedaluwarsa dan izin edar produk dan mencocokkannya di website milik BPOM.

Jamu tersebut diduga menggunakan bahan berbahaya atau dibuat dengan teknologi yang tak tepat.

“Kalau izin edar tidak ada di website kami, jangan dikonsumsi. Segera tanyakan ke instansi yang berwenang,” ujar Siti.

Jamu ilegal itu, sambung Siti, dikhawatirkan memperburuk kesehatan konsumen. Jika menggunakan bahan berbahaya dan dikonsumsi dalam waktu lama, bisa merusak fungsi ginjal. Adapun ratusan ton jamu ilegal itu telah disita dan dibawa ke Kantor BPOM Surabaya.

Kini pemilik Jamu Ilegal di kenakan Pasal 36 uu kesehatan 2009 Pasal 197 dan atau denda 1,5 milyar, dengan ancaman 15 tahun penjara. (Fer)

Baca:  Mulai 12 Juni, KA Reguler Kembali Dijalankan, Ini syaratnya