OJK Regional 4 Jatim Gelar TOT Bagi 250 Anggota Korem 081/DSJ Madiun

Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto memberikan sambutan sebelum dimulainya materi TOT ( foto : kanalindonesia.com)
Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto memberikan sambutan sebelum dimulainya materi TOT ( foto : kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Training Of Trainers (TOT) guna memberikan edukasi bagi 250 anggota jajaran Korem 081/DSJ yang menjelang masa purnabakti (MPP) di ball room Hotel Aston, Jalan Mayjen Sungkono Kota Madiun, Selasa (26/07/2016).

Digelarnya TOT ini mendasar pada hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regional 4 Jawa Timur (Jatim) dimana, banyak anggota TNI tergiur dengan adanya investasi bodong.

“Banyak masyarakat yang mudah ditipu investasi bodong. Demikian juga dengan anggota TNI. Itu dari hasil survei kami di beberapa daerah Jatim,”ucap Sukamto, kepala OJK regional 4 kepada wartawan.

Untuk itu OJK menggandeng anggota Korem 081/DSJ yang mendekati masa purnabakti agar dalam menginvestasikan uang pensiunannya tidak terjebak ke investasi bodong.

“Kan tidak lucu purna TNI ditipu investasi bodong. Agar lebih baik kita edukasi jadi saat purna tugas bisa memilih dan memilah investasi yang sesuai,” terang Sukamto..

Sementara itu, Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto berharap kegiatan edukasi tentang Otoritas Jasa Keuangan ini mampu memberikan kontribusi positif bagi upaya peningkatan kemampuan prajurit TNI AD Khususnya bagi anggota yang menjelang Masa Purna Bhakti (MPP) di Wilayah Korem 081/DSJ dan jajarannya.

“Saya berharap kepada semua anggota benar-benar dapat memahami dan mengaplikasikan di lapangan serta mampu menyebarluaskan hasilnya kepada seluruh prajurit di satuannya masing-masing,”ucap Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto

Untuk sekedar diketahui hasil survei OJK regional 4 Jatim, tingkat literasi keuangan tahun 2015 sekitar 14.78 perseb. Dengan indeks keuangan sekitar 4.9 persen. Tingkat literasi perlu ditingkatkan untuk memperkuat perekonomian.

(as)