Ini Alasannya, Pengunjung RSUD Jombang Memilih Parkir Di Jalur KTL

proyek pembangunan gedung baru di RSUD Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa kendaraan roda empat pengunjung pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang Jawa Timur, memilih pakir di bahu jalan, KH Wahid Hasim Jombang. Selain dikarenakan terbatasnya lahan parkir, ternyata adanya aktifitas pembangunan proyek di rumah sakit tersebut, juga menjadi penyebab, pengunjung memilih memparkir kendaraannya di jalur kawasan tertib lalulintas (KTL) tersebut.

“ kalau di parkir didalam nanti kena debu matrial proyek mas. Selain itu parkir di dalam juga sudah tidak muat,” kata Samsul (34) salah satu pengunjung RSUD asal Sumobito, Kamis 10 Agustus 2017.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rahmat (52) pengunjung RSUD asal Mojowarno, saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan, bahwa sudah beberapa hari ini pihaknya memilih memarkir kendaraannya di jalur KTL dari pada di dalam RSUD.” Kalau didalam kendaraan saya sering kena debu matrial proyek, makanya saya parkirnya di luar saja mas,” tegasnya.

Baca:  Lamongan Cegah Korupsi Dini Lewat Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi

Meski sudah ada rambu larangan parkir di sekitar area depan rumah sakit, tetap saja pengunjung memilih parkir di jalur KTL. Bahkan pihak Satlantas Polres Jombang, akan menindak tegas bagi pengendara kendaraan yang nekat melakukan pelanggaran rambu jalan di jalur KTL, tersebut.“Akan kami tindak tegas para pelaku pelanggaran lalu lintas di jalur KTL, apalagi bagi mereka yang jelas-jelas parkir didepan rambu larangan parkir,” ungkap AKP Inggal Widya Perdana, selaku Kasat Lantas Polres Jombang.

Namun sungguh disayangkan, pihak direktur RSUD, seolah-olah kebal hukum dan membiarkan pelanggaran lalulintas di jalur KTL, berupa parkir liar tersebut, yang dilakukan oleh pengunjung  RSUD mengingat bahwa RSUD Jombang merupakan penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan saat dikonfirmasi, Dr Puji Umbaran selaku Direktur RSUD Jombang, berbelit-belit dan terkesan menghindari tanggung jawabnya sebagai pembuat kebijakan di RSUD tersebut. ” Mohon maaf saya baru selesai rapat, dan ini sudah pulang persiapan praktek,” tukasnya.

Baca:  Traditional Kasada festival celebrated in Indonesia

Dari pantauan kanalindonesia.com, aktifitas pengerjaan proyek di dalam RSUD, selain mengakibatkan debu dari matrial proyek, juga terdengar suara bising. Bahkan di area pembangunan tersabut, tidak dipasang jaring (red: paranet), untuk menghindari debu dan matrial agar tidak mengganggu pengunjung yang datang. Tidak sedikit keluhan pengantar pasien di ruang bersalin yang letaknya tepat disbelahnya pembangunan proyek tersebut. beberapa keluarga pasien, mengeluh kenapa pada proyek tersebut tidak dipasang paranet, sehingga debu matrial proyek tidak berterbangan.(elo(