Jika Ida Tidak Ditahan, Terpidana Lain Bisa Gugat Kejari Ponorogo

SURYONO PANE, mantan penasehat hukum tiga terpidna kasus DAK Ponorogo
SURYONO PANE, mantan penasehat hukum tiga terpidna kasus DAK Ponorogo

KANALINDONESIA.COM : Soal tidak segera adanya kelanjutan proses hukum untuk sisa satu tersangka korupsi pengadaan alat peraga pendidikan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dindik 2012-2013 mantan Wakil Bupati Yuni Widyaningsih mendapatkan sorotan dari Suryono Pane mantan penasehat hukum para terpidana lain.

Dalam hal ini Suryono Pane, mantan penasehat hukum Nur Sasongko, Keke Aji Novelin dan Anang Prasetyo menyatakan jika tidak ada alasan bagi Kejari Ponorogo untuk tidak melanjutkan perkara mantan Wabup Yuni Widyaningsih.

Dengan gamblang ia mengatakan bahwa ada tebang pilih hukum yang di mainkan oleh Kejari Ponorogo.

“Ada tebang pilih hukum yang dimainkan Kajari Ponorogo ini, nyatanya delapan orang telah menjalani hukuman, namun sisa satu kok hingga saat ini belum ada kejelasan hukum,”ucap Suryono Pane.

Menurutnya, mereka (yang telah menjalani hukuman) bukan penikmat dari hasil korupsi DAK tersebut.

“Mantan klien saya itu tidak ada yang menikmati hasil korupsi. Justru Pak Sas itu seolah menjadi sapi perah. Apalagi Keke dan Anang, ia hanya seorang karyawan yang bertugas mengetik dokumen. Mereka semua juga telah menjalani hukuman,”terangnya.

Ditegaskanya, jika hampir semua beban kerugian negara akibat korupsi DAK ini ada pada tersangka Yuni Widyaningsih.

“Apalagi hampir semua beban kerugian negara ada pada tersangka Yuni Widyaningsih,”tegasnya.

Dengan tidak segera dilakukan penahanan atau tidak segera ada kelanjutan dari proses hukum Mbak Ida ini, Suryono Pane mengatakan, jika para mantan Napi DAK bisa mengajukan gugatan atau lainnya kepada Kejari Ponorogo.

“Jika tidak segera ada proses hukum atau bahkan jika sampai ada pemberhentian penyidikan untuk tersangka Yuni Widyaningsih, maka para Napi DAK itu bisa mengajukan gugatan atau lainya kepada Kejari Ponorogo,”pungkasnya.

(wad)