Rastra di Gudang Bulog Jombang Diuji Tanak Oleh Komisi B, Ini Hasilnya

komisi B saat sidak di Bulog Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Beras prasejahtera (rastra) di gudang Bulog Sub Divre Surabaya Selatan, tepatnya di wilayah Desa Dapur Jambon, Jombang, Jawa Timur diuji Komisi B DPRD Jombang untuk memastikan kelayakan konsumsi. Meski berwarna kusam, apek dan berkutu, ternyata rastra dari Bulog masih layak untuk dikonsumsi.

Dari pantauan kanalindonesia.com, Komisi B DPRD Jombang, didampingi dengan Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan Arsyad, perwakilan Kodim 0814 dan Dinas Sosial Kabupaten Jombang, saat melakukan pengecekan stok rastra di gudang Bulog.

Menurut Arsyad, meski secara fisik tampak kurang sedap dipandang, rastra di gudang Bulog masih layak untuk dikonsumsi. Untuk membuktikannya, Bulog telah menggelar uji tanak bersama Komisi B, Kodim 0814 dan Dinas Sosial Kabupaten Jombang. Uji tanak ini diakhiri dengan makan bersama rastra yang telah dimasak.

Baca:  Hendak ke SPBU untuk Isi BBM, Pengendara Motor ini Terlibat Laka dan Meninggal Dunia

Hasilnya cukup mengejutkan. Setelah dicuci dan dimasak, rastra yang sebelumnya berbau apek dan berwarna kekuning-kuningan menjadi nasi pada umumnya. Bau apek tak lagi tercium, begitu pula rasa nasi tak mengalami perubahan.

“Dengan uji tanak kami ingin menyampaikan ke masyarakat kalau beras kami layak dikonsumsi. Penyimpanan sampai setahun atau lebih, beras masih layak konsumsi,” kata Arsyad pada sejumlah wartawan.

Lanjut Arsyad, meski demikian, pihaknya membuka diri dari keluhan masyarakat. “Kalau memang beras kami ada kekurangan, kami segera ganti,” tegasnya.

Arsyad menambahkan, stok beras di semua gudang Bulog Sub Divre Surabaya Selatan, baik di Mojokerto maupun Jombang, saat ini mencapai 28 ribu ton. Setiap bulan, Bulog mendistribusikan 1.500 ton rastra untuk warga Jombang dan 1.000 ton untuk warga Kota dan Kabupaten Mojokerto. “Stok yang ada saat ini masih cukup untuk rastra selama setahun,” ungkapnya.

Baca:  Berkah Hari Raya, H+2 Sejumlah Pemilik Warung Kopi, Meningkat Pendapatannya

Sementara itu Eki Novita Wardani salah satu anggota Komisi B DPRD Jombang menuturkan, bahwa masyarakat mengeluhkan kualitas rastra hanya berdasarkan tampilan fisik beras sebelum dimasak. Setelah mengikuti uji tanak dan mencicipi rastra tersebut, dia mengakui beras Bulog layak untuk dikonsumsi.

“Setelah jadi nasi, warna kekuning-kuningan sudah tak ada, tidak bau, rasanya enak, saya merasa kenyang setelah memakannya,” paparnya.

Imbuh Eki, untuk menghindari resiko kerusakan pada rastra, pihaknya meminta Bulog membatasi masa penyimpanan maksimal 6 bulan. Ketua Fraksi dari Partai Demokrat ini juga meminta masyarakat aktif melaporkan ke pemerintah desa masing-masing jika menerima rastra tak layak konsumsi.

“Harapan kami masyarakat melapor ke desa, desa segera meminta Bulog ada penggantian ke masyarakat,” pungkasnya.(elo)

Baca:  BPCB Jatim Beri Rekomendasi Untuk Angkat Perahu Baja dari Bengawan Solo