Warga Tuntut Gubernur Jatim Tanggung Jawab Atas Seminar Di Kota Kediri

Warga kediri demo didepan balai kota kediri
Warga kediri demo didepan balai kota kediri
KANALINDONESIA.COM : Sejumlah warga Kediri yang tergabung dalam beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) gruduk Gedung Balai kota Kediri yang ada di jl.Basuki Rachmat, Rabu(27/07/2016).

Mereka menuntut Gubernur Jatim, Soekarwo bertanggung jawab atas agenda seminar yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri yang digelar 29-30 juli 2016 mendatang di Hotel Grand Surya.

Karena seminar tersebut menggunakan anggaran dari APBD Kota Kediri dan bukan anggaran APBD Propinsi. Pasalnya undangan yang menghadiri seminar nanti adalah 20 kepala Daerah yang ada di Jatim, hal itulah yang membuat marah warga kota kediri

Beberapa pertanyaan warga diutarakan pada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar diantaranya Seminar yang menghabiskan anggaran 597 Juta dan Program Pemberdayaan Masyarakat ( Prodamas ) tiap rt sebesar 50 juta pertahun . Selain itu Warga juga akan mempertanyakan pada Gubernur Jatim Soekarwo pada agenda seminar di Hotel Grand Surya pada tgl 29 – 30 Juli nanti.

Kordinator aksi Tomi Ari Wibowo, dalam orasinya mengatakan, batalkan seminar di Hotel Grand Surya yang akan dihadiri oleh gubernur jatim dan 20 kepala daerah yang menghamburkan uang rakyat ” warga kota Kediri nggak menerima uangnya buat Seminar ratusan juta terus outputnya buat warga kota Kediri itu apa ” kata Tomi saat menggelar aksi di depan balai kota Kediri Rabu 27/07

Lebih lanjut Tomi mengatakan , kalau bisa Seminar Dibatalkan jangan sampai Gubernur Jatim Hadir dalam seminar tersebut, kalau sampai datang kita akan melakukan aksi di Hotel Grand Surya Pakde Karwo harus tanggung jawab dengan agenda Seminar ” kita sepakat datang nggak datang Gubernur Jatim nanti dalam seminar, aksi tetap di lakukan di Hotel Grand Surya ” kata Tomi

Sementara itu terkait dengan Prodamas, dan pendidikan. Daniel Arisandi yang juga Ketua LSM Kesehatan mengatakan jika prodamas per rt 50 juta itu bagus namun aturan yang mana yang dipakai dana hibah terus menerus. Apa nggak lebih baik anggaran prodamas tersebut dipakai untuk Pendidikan dan kesehatan buat rakyat kota Kediri.

” Rakyat itu butuh pendidikan dan Kesehatan buka prodamas yang pembangunan tumpang tindih seminar yang hanya menghambur Hamburkan uang rakyat ” kata Daniel

Dari pantauankanalindonesia.com dilapangan, selama satu jam lebih mereka melakukan orasi namun pihak perwakilan dari Pemkot Kediri tak menemui warga.

(Gendut Marmoyo)