Mahasiswa UMM : Mengatasi Masalah Sampah Plastik Ini Solusinya

kelompok KKN 18 dari UMM yang membuat trobosan paving dari sampah plastic

KANALINDONESIA.COM, MALANG : Untuk mengatasi permasalahan sampah plastic diwilayah, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kelompok Kuliah Kerja Nyata KKN 18 UMM yaitu mebuat terobosan untuk mengatasi masalah sampah tersebut, dengan membuat pengolahan sampah plastik menjadi Paving ramah lingkungan.

“Paving yang kami ciptakan tidak kalah dengan paving yang dijual dipasaran, selain kuat paving yang memanfaatkan limbah plastik ini juga anti air dan bahan baku mudah untuk didapat,” kata Dicky Arleandy, yang merupakan kordinator Desa kelompok KKN 18 UMM, Minggu 13 Agustus 2017.

Menurut Dicky,  pada masa kini sampah sudah menjadi sebuah momok yang menghantui setiap kota yang ada di Indonesia, oleh sebab itu pihaknya beserta Kelompok Kuliah KKN 18 UMM tersebut, menguji coba limbah plastik sebagai bahan dasar paving ramah lingkungan.

Baca:  Pasis Dikreg Seskoal Angkatan Ke 57 Latihan Pra PKB Opsgab

“cara pengolahan sampah plastik menjadi paving cukup mudah, hanya dengan membakar sampah plastik hingga meleleh kemudian dituangkan kedalam cetakan paving yang terbuat dari besi. Tetapi sampah yang dibakar sebelumnya harus melalui proses pencucian dan pengeringan terlebih dahulu, agar bersih dari kotoran,” ujarnya.

paving ramah lingkungan dari sampah plastik, karya kelompok KKN 18 UMM

Lanjut Dicky, bahwa sebelum adanya ide tentang pengolahan sampah plastik menjadi paving tersebut, jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tulungrejo, banyak sekali dan menimbulkan polusi di sekitar TPA.

“ adanya tumpukkan sampah tersebut bukan hanya merusak lingkungan alam tetapi juga memberikan pemandangan yang tidak sedap, mengingat bahwa Malang adalah kota asri,” ungkap mahasiswa teknik sipil angkatan tahun 2014 tersebut.

Baca:  Dankodiklatad Resmi Tutup Pendidikan Kecabangan Perwira TNI AD TA 2019  

Sementara itu Gatot selaku Kepala Dusun Jabon, Desa Tulungrejo, merespon baik tindakan pengolahan sampah yang dilakukan oleh mahasiswa KKN tersebut. “Program kerja ini selain dapat mengurangi masalah sampah yang menumpuk, nantinya juga dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Tulungrejo mas, karena paving yang di hasilkan dari sampah plastik dapat di jual oleh masyarakat,” papar Gatot.

Saat disinggung apa harapan, dari hasil terobosan pengolahan sampah menjadi paving ramah lingkungan tersebut, Dicky mengatakan, bahwa pihaknya berharap agar pengolahan sampah menjadi paving ramah lingkungan ini, bisa diterapkan di daerah lain yang mempunyai masalah untuk mengatasi sampah, khususnya kota-kota besar di Indonesia.” Ya kami berharap agar pemerintah di daerah yang mempunyai, masalah dengan sampah, bisa mengadopsi program kami, dalam hal pengolahan sampah menjadi paving itu mas, sehingga ide kami bisa member manfaat untuk masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.(mmg1/elo)

Baca:  Atap SDN Kartoharjo 2 Magetan Roboh