Hati hati Jual Beli! Satreskrim Polres Lamongan tangkap resedivis penipuan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Hati hati jika anda berurusan jual beli barang dengan siapa pun. Modus penipuan akan datang kapan saja dan dimana saja. Seperti Penipuan yang dilakukan Khairul Saleh alias Hariono (53) warga Tambaksari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang dengan modus membeli beras sebanyak 2,5 ton milik warga Lamongan. Pelaku kini harus berurusan dengan Kepolisan Polres Lamongan, Jawa Timur.

Khairul Saleh alias Hariono merupakan resedivis yang belum lama keluar dari bilik jeruji. Hariono merupakan satu dari 3 pelaku yang berhasil ditangkap Satreskrim Lamongan. Pelaku ditangkap pada Kamis (10/8/2017) lalu saat pesta miras dirumahnya. Sementara 2 pelaku DPO Bernama Joko (40) asal Kabupaten Blitar dan Pratikno alias Budi (48) asal Kabupaten Jombang yang sudah diketahui keberadaannya.

Baca:  Futsal Berjarik Warnai Peringatan HUT RI di Desa Kediren Lamongan

“Pelaku ditangkap dirumahnya dimalang saat pesta miras. Saat ditangkap pelaku tidak berkutik, dan pelaku mendapat jatah uang sejumlah 11 juta Rupiah,” ungkap Wakapolres Kompol Arief Mukti S.A.S S.I.K saat press realis dihalaman Makopolres Lamongan, Pada Senin (14/8/2017).

Berawal Kejadian, ketiga pelaku mendatangi tempat penggilingan padi milik korban Heni Dwi Andayani di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Pelaku mengiming iming kesepakatan membeli beras korban sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp 7.600 perkilogramnya.

Lalu, ketiga pelaku menelpon korban untuk mengantarkan berasnya pada sabtu (5/8/2017). Korban mengirim 2,5 ton berasnya ke toko di Plumpang, Kabupaten Tuban. Kemudian pelaku berhasil bertransaksi dengan seorang pengepul beras bernama Marwah di Tuban, dengan menjual berasnya seharga Rp 6.900 perkilonya. Marwah pun membayarnya sebesar Rp 18.285.000 dengan beras sebanyak 2,5 ton.

Baca:  Yayasan Ki Slamet Lamongan Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

“Setelah uang tersebut dipegang pelaku Budi. Lalu budi menyuruh korban mengikuti dari belakang untuk transaksi uangnya di pasar plumpang. Dipertengahan jalan korban kehilangan jejak budi dan kawan kawan. Ketika ditelepon hp nya sdh nggak aktif,” katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kejadiannya ke Polres Lamongan. Namun, dalam waktu 5 hari Satreskrim dibawah asuhan Kasat Reskrim Yadwivana Jumbo Qantasson S.I.K berhasil meringkus pelaku Khairul Saleh alias Haryono dirumahnya diwilayah malang. Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita barang bukti berupa beras 38 karung, dua mobil, dan 4 buah hp.

Selain itu Arief Mukti menambahan, selama ini ketiga pelaku sudah melakukan aksi penipuannya sebanyak 3 kali. 2 diwilayah Kecamatan Mantup dan Kecamatan Sambeng dengan modus jual beli beras, dan 1 lagi diwilayah Kabupaten Nganjuk dengan modus jual beli jangung.

Baca:  Cuaca Buruk KM Sabuk Nusantara Tidak Beroprasi, Ratusan Penumpang Tertahan di Pelabuhan Kalianget

“Ketiga pelaku sudah 3 kali melakukan penipuan dengan modus jual beli beras dan jagung, 2 diwilayah Lamongan, dan 1 di Nganjuk, ketiganya merupakan pemain lama,” tegas Wakapolres.

Akibat perbuatannya, pelaku kini dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Fer)