Gerebek Pengedar dan Pembuat Petasan, 2 Orang Berhasil Diamankan Polisi

tersangka pembuat petasan saat diamankan polisi di Polsek Jogoroto

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Jelang hari raya idul Adha aparat Kepolisian dari unit Reskrim Polsek Jogoroto, Jombang Jawa Timur, gencar lakukan razia bahan peledak (Handak), dan petasan di sejumlah wilayah. Kali ini unit Reskrim Polsek Jogoroto, berhasil mengamankan 2 orang pelaku pengedar dan pembuat petasan yang berbahaya asal Jogoroto.

” pada Hari Senin, tanggal 14 Agustus  2017,  sekira pukul  11.30  WIB, Polsek Jogoroto telah melakukan penangkapan dan pengrebekan terhadap seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku tindak pidana, tanpa hak membuat, menguasai, membawa, nempunyai persedian padanya atau mempunyai dalam miliknya menyimpan sesuatu bahan peledak,” kata Iptu Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang, Selasa 15 Agustus 2017.

Baca:  Polisi Bekuk 3 Pelaku Pengedar dan Pengguna Pil Dobel L

Masih menurut Subadar, awal mula penangkapan tersangka ini, berawal dari adanya laporan dari masyarakat, tentang adanya aktifitas pembuatan petasan, di wilayah Desa tersebut. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan, dan informasi tersebut benar adanya, sehingga petugas berhasil mengamankan tersangka.

“ pertama kali petugas melakukan penggerebekan di rumah tersangka Nurhudin (53) warga asal Dusun Jogoroto, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, yang merupakan, pembuat dan pengedar petasan. Selanjutnya setelah dilakukan pengembangan, petugas berhasil mengamankan tersangka lain yakni Ikhsan (62) warga Dusun Keras, Desa Keras, Kecamatan Diwek yang berperan sebagai pemasok obat petasan tersebut,” ujar Subadar.

Lanjut Subadar, selain mengamankan kedua tersangka petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni, 3 buah kardus yang berisikan masing-masing petasan renteng dengan panjang kurang lebih 5 meter, 1068 buah petasan sreng ukuran kecil, 925 buah petasan jenis sreng ukuran sedang, 123 buah petasan sreng ukuran sedang (red : setengah jadi), 107 buah petasan sreng ukuran sedang sudah jadi, 18 buah petasan ukuran besar, 200 gram serbuk atau obat petasan, 3 ikat sumbuh petasan, 2 buah pisau karter, 1 buah gunting, 1 buah lem glukol kecil, dan 1 ikat lidi yang terbuat dari bambu.

Baca:  Polisi Bekuk Tukang Servis Lampu, yang Nyambi Edarkan Pil Dobel L

“ kedua tersangka dijerat dengan pasal 1 (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak, dengan ancaman pidana minimal 12 tahun penjara dan paling lama 20 tahun,” pungkas Subadar.(elo)