Jembatan Ambruk dan Belum Diperbaiki, Siswa di Jombang Harus Bertaruh Nyawa saat Berangkat Sekolah

jembatan darurat yang kondisinya sudah rentan ambruk, dan minim rambu peringatan dari Dinas terkait

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Putusnya jembatan sungai yang ada di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, beberapa bulan lalu hingga kini tak kunjung dibenahi, oleh dinas terkait.

Padahal, jembatan ini merupakan akses satu-satunya yang digunakan para siswa setempat di desa tersebut untuk menuntut ilmu ke sekolah dasar yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedunglumpang. Karena tak ada perhatian dari Pemerintah untuk memperbaiki jembatan tersevut, warga membuat jembatan darurat dari kayu pepohonan yang ada di makam umum Desa setempat.

“ gladak jembatannya sudah diganti dua kali ini mas, yang dulu dari bambu sekarang dari kayu,” kata Darmaji (52) warga Desa setempat.

Baca:  Hari Terakhir MPLS , Ratusan Siswa SMPN 2 Bangkalan Ikuti Wasbang Kodim 0829 Bangkalan
kondisi jembatan yang mulai rusak dimakan usia

Masih menurut Darmaji, jalur tersebut merupakan jalur akses utama yang menghubungkan antara Desa Kedunglumpang, Kemodo, Wonoayu, dan Mojolegi. Bahkan setiap hari siswa SDN Kedunglumpang harus membiasakan diri untuk mempertaruhkan nyawanya setiap hari, karena kini kondisi jembatan darurat sudah semakin rusak.” Ini pakunya sudah mulai copot mas, umur jembatannya sudah 8 bulan, ya sudah wajar kalau sudah mulai rusak,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rohmah (39) salah satu pengguna jalan tersebut, pihaknya juga merasa was-was jika melewati jembatan tersebut, saat menjemput anaknya yang sekolah di SDN Kedunglumpang.” Ya mau bagaimana lagi mas, ini jalan satu-satunya yang paling dekat, kalau ingin aman ya harus muter lewat Desa sebelah, yang jaraknya 4 kilo lebih,” tandasnya.

Baca:  Pemerintah Dengan Kesigapannya Terhadap Bencana Palu, Relawan Unesa Turut Diberangkatkan

Saat ditanya apa yang diharapkan oleh warga setempat pada pemerintah daerah mengenai jembatan yang ambruk tersebut, pihaknya berharap pada pemerintah agar segera ada pembangunan jembatan baru.” Paling tidak ya ada perbaikan dari pemerintah atau dinas terkait lah mas,” pungkasnya

Sementara itu Hari Utomo, selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephon seluler, yang terdengar justru pengalihan panggilan masuk.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, ambruknya jembatan yang menghubungkan beberapa Desa tersebut, dikarenakan adanya banjir bandang awal tahun yang melanda Kabupaten Jombang. Namun yang sungguh ironis hingga kini belum ada langkah dari pemerintah daerah setempat dalam menangani rusaknya jembatan tersebut.(elo)

Baca:  Ribuan Peserta Seleksi CPNS Terpental