Belum Ada Perbaikan Dari Pemerintah Daerah, Siswa SDN Kedungplumpang Harus Berputar 4 KM

kondisi jembatan darurat yang kondisinya sudah mulai lapuk

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Putusnya jembatan sungai yang ada di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, beberapa bulan lalu hingga kini tak kunjung dibenahi, oleh dinas terkait. Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedunglumpang, harus berputar menempuh jarak 4 Kilometer, untuk berangkat sekolah.

Meski sudah ada jembatan darurat dari kayu pepohonan yang dibuat warga secara swadaya, dari kayu pepohonan makam umum Desa setempat, namun warga berharap agar ada perbaikan dari pemerintah daerah (Pemda), karena kondisi jembatan darurat tersebut, kini kondisinya sudah mulai mengkhawatirkan warga.

“ jembatan darurat ini dibuat, 3 hari sesudah jembatan ambruk karena banjir awal tahun lalu mas,” kata Darmaji (52) warga Desa setempat.

Baca:  Tingkatkan Mutu Lulusan, MTsN Tambakberas Jombang Kembangkan Sains Robotik

Menurut Darmaji, pada awal-awal jembatan ambruk, sudah ada petugas dari dinas terkait yang datang, bahkan juga melakukan pengukuran.” Sampai sekarang ya belum dibangun mas, sama pemerintah,” ujarnya.

Jembatan yang merupakan jalur akses utama bagi petani dan siswa, sangatlah penting bagi warga setempat. Bahkan setiap hari siswa SDN Kedunglumpang yang enggan memutar, menempuh jalur aman sepanjang 4 kilometer, siswa harus membiasakan diri untuk mempertaruhkan nyawanya setiap hari, karena kini kondisi jembatan darurat sudah semakin rusak.

“ kalau yang memilih aman ya memutar, seperti petani yang memuat hasil panen, mereka harus menempuh jarak 4 kilometer, karena kendaraanya tidak bisa lewat jembatan darurat itu mas,” paparnya.

Baca:  Viral Video Sejumlah Pelajar SMA di Rohul Rayakan Kelulusan

Ketika disinggung apa yang diharapkan oleh warga pada Pemda mengenai jembatan yang ambruk tersebut, pihaknya berharap pada pemerintah agar segera ada pembangunan jembatan baru.” Paling tidak ya ada perbaikan dari pemerintah atau dinas terkait lah mas,” pungkasnya

Sementara itu Hari Utomo, selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephon seluler, yang terdengar justru pengalihan panggilan masuk. Bahkan sekretaris dinas PUPR yakni Sutrisno, juga enggan memberikan komentar mengenai ambruknya jembatan yang ada di Kedungplumpang tersebut.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, ambruknya jembatan yang menghubungkan beberapa Desa tersebut, dikarenakan adanya banjir bandang awal tahun yang melanda Kabupaten Jombang, bahkan jembatan tersebut pernah dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Timur, yakni Saifulloh Yusuf. Namun yang sungguh ironis hingga kini belum ada langkah yang diambil oleh Pemda Kabupaten Jombang dalam menangani rusaknya jembatan itu, bahkan seolah-olah dinas terkait lebih memilih untuk mengabaikan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara negara.(elo)

Baca:  Cerdaskan Anak Bangsa, Kembali Satgas Yonif 125/Si’mbisa Sambangi Anak-Anak Perbatasan Hadirkan Perpustakaan Keliling