LInK : Pemda Harus Segera Tangani Jembatan Ambruk, Uang Rakyat Jangan Dibuat Acara Seremonial

siswa SDN kedungplumpang yang harus melewati jembatan ambruk yang kini belum diperbaiki oleh Pemda Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya putusnya jembatan sungai yang ada di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, beberapa bulan lalu, hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh dinas terkait, mengakibatkan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedunglumpang, harus berputar menempuh jarak 4 Kilometer, untuk berangkat sekolah.

Hal ini membuat Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK), merasa ironi melihat perjuangan siswa dan masyarakat setempat, yang harus menempuh jarak 4 kilometer hanya untuk menempuh pendidikan. Bahkan petani setempat harus memutari beberapa Desa hanya untuk memuat hasil panen dari sawahnya.

“ hal ini sungguh ironi didalam hari peringatan kemerdekaan masih saja ada potret kehidupan masyarakat pinggiran kota yang termajinalkan dari Pemerintah daerah,” kata Aan Anshori selaku Direktur Link, Kamis 17 Agustus 2017.

Masih menurut Aan, bahkan untuk bebrapa acara seremonial peringatan hari kemerdekaan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jombang, menggelontorkan dana yang cukup banyak. “ puluhan juta uang publik dihabiskan untuk seremonial kemerdekaan, namun lalai mendistribusikan untuk hal yang lebih penting, yakni ketersediaan akses bagi wilayah terpencil, seperti masyarakat yang ada di Kedungplumpang,” ungkap Aan.

Lanjut Aan, seharusnya Pemda lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat, dari pada harus membuat sejumlah acara seremonila yang terkesan dengan aroma pencitraan.

“ Aku mendesak pemkab agar segera merealisasikan jembatan ini, agar aktifitas siswa dan warga tidak lagi terkendala,” tukasnya.

Sementara itu Hari Utomo, selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephon seluler, yang terdengar justru pengalihan panggilan masuk. Bahkan sekretaris dinas PUPR yakni Sutrisno, juga enggan memberikan komentar mengenai ambruknya jembatan yang ada di Kedungplumpang tersebut.

Meski sudah pernah ditinjau oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, yakni Saifulloh Yusuf. Namun hingga kini belum ada langkah yang diambil oleh Pemda Kabupaten Jombang dalam menangani rusaknya jembatan itu, bahkan seolah-olah dinas terkait lebih memilih untuk mengabaikan tugas dan kewajibannya.(elo)