Pembangunan Saluran Drainase Desa Kedungjati, Diduga Salahi Spektek

pembangunan saluran drainase yang ada di Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Bangunan saluran drainase yang ada di jalan Dusun Tempuran, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Jombang Jawa Timur diduga salahi spesifikasi teknis (Spektek).

Pasalnya kontruksi pemasangan batunya, tidak menggunakan batu kali, melainkan menggunakan batu padas. “padahal sesuai petunjuk teknis pekerjaan dari Dinas teknis atau Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), untuk pemasangan saluran drainase ataupun Tembok Penahan Tanah (TPT), haruslah menggunakan batu kali,” kata Joko Fattah Rochim selaku Ketua DPC Projo Jombang, Jumat 18 Agustus 2017.

papan proyek pembangunan drainase di Desa Kedungjati, Kabuh

Masih menurut Fattah, proyek drainase yang dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK), dengan sumber keuangan dari Dana Desa (DD) sebesar 79 Juta tersebut, terkesan menghambur-hamburkan uang Negara.

“ ini yang jelas salah pihak pemerintah Desanya, kalau sampai disuruh membongkar oleh Dinas, kan uang DD nya sia-sia,” ujarnya.

Lanjut Fattah, pihaknya menyayangkan langkah pemerintah Desa khususnya TPK setempat, yang kurang teliti dan memahami kontruksi, bangunan drainase yang sesuai dengan kaidah ketentuan dari pemerintah daerah Kabupaten Jombang.” Lembaga Desa termasuk BPD harus turut serta bertanggung jawab atas persoalan ini,” tukasnya.

Sementara itu Hafid selaku tim teknis Dana Desa Kabupaten Jombang, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakuka pengecakan lapangan, dan meminta pihak Desa untuk melakukan pembongkaran bangunan tersebut.” Kita sudah minta Desa untuk membongkar dan mengganti, pasangan sesuai dengan ketentuan teknis dari pemerintah mas,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Darmaji selaku kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi mengenai persoalan yang ada di Desa Kedungjati, pihaknya menuturkan bahwa itu murni kesalahan Desa yang salah dalam melakukan perencanaan pembangunan drainase dari DD tersebut.” Kalau itu sudah teknis, yang menjadi tanggung jawab pihak Desa mas,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, diduga banyak sekali, kegiatan pembangunan Desa yang menggunakan DD, di kecamatan Kabuh yang bermasalah, namun rata-rata semuanya mengenai kesalahan pasangan batu, yang menggunakan batu padas, bukan batu kali sesuai petunjuk teknis dari Dinas terkait.(elo)