Kisruh YPEL Kalen Berujung penahanan Ijazah Oleh Dinas Pendidikan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Kisruh dualisme kepemimpinan di Sekolah Yayasan Pendidikan Empat Lima Kalen, Kecamatan Kedungpring,Kabupaten Lamongan, berujung pada penahan ijazah oleh Dinas pendidikan. Sedikitnya, 134 ijazah siswa hingga saat ini belum diberikan.

“Saya mohon kepada kepala dinas berserta jajaran yang terkait segera mengeluarkan ijazah. Bila mana ini tidak dikeluarkan maka kami akan bawa masalah ini ketingkat hukum yang lebih atas,” tegas Hadi Mustofa Kepala Bidang Humas Yayasan Pendidikan Empat Lima Kalen.

134 ijazah Siswa YPEL Kalen yang sampai hari ini belum diturunkan diantaranya, 77 ijazah SMK dan 57 ijazah tingkat SMP. Akibat belum diberikan ijazah, maka saat ini siswa tidak dapat melanjuti sekolah mereka ketingkat selanjutnya.

“Harapan supaya siswa dapat belajar dengan baik dan tenang, tidak ada embel embel kekisruhan lagi. Dan ijazah segera dikeluarkan agar siswa bisa melanjutkan belajar ketingkat selanjutnya,” ucapnya.

Selain itu Hadi Mustofa menambahkan, Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jatim Wilayah Lamongan harus berani mengambil keputusan tentang penetapan Kepala Sekolah YPEL Kalen. Sebab, pemilihan kepala sekolah sudah sesuai dengan peraturan undang undang dan mutlak dipilih oleh pengurus Yayasan.

“Kepada cabang dinas yang sampe sekarang belum berani mengambil keputusan tentang penetapan kepala sekolah, yang menurut kami sudah jelas jelas sodara bakhtiar sudah sesuai menurut undang undang berlaku dengan peraturan pemerintah dan sudah sesuai dengan keputusan yayasan. Dan pemilihan kepala sekolah Yayasan Pendidikan Empat Lima Kalen mutlak dipilih dari yayasan,” tegasnya.

Sementara, jika ijazah siswa tidak kunjung dikeluarkan maka pihak Yasasan dan Wali Murid siswa akan melakukan aksi unjukrasa di kantor Dinas Pendidikan.

“Bila mana ijazah tidak dikeluarkan oleh dinas pendidikan maka kami bersama orang tua wali murid akan melakukan unjukrasa dikantor dinas pendidikan,” tegas Kabid Humas YPEL Kalen.

Sejauh ini, pihak Yayasan sudah melaporkan kepada Kementerian Agama Lamongan terhadap beberapa oknum kemenag yang membuat kisruh di YPEL Kalen. Selain itu, pihak yayasan pun melaporkan ke Polres Lamongan terhadap oknum Kemenag yang merusak dan menjebol beberapa pintu sekolah.

“Kasus ini sudah kami laporkan kepada Kepala Kemenag, dan sudah ditindak lanjuti. Tinggal proses hukum di polisi aja bahwa oknum kemenag ini sudah merusak fasilitas sekolah,” terangnya. (Fer)