Jendral (Purn) Moeldoko Pantau Keberhasilan Kinerja HKTI Bojonegoro

KANALINDONESIA.COM, BOJONEGORO; Kedatangan Ketua Dewan Pimpinan Nasional ( DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ,Jendral Purn Moeldoko, di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, disambut baik oleh Kelompok Tani dan masyarakat setempat.

Moeldoko didampingi Ketua HKTI Bojonegoro Jimmi Junaidi dan Penasehat HKTI Brigjen Pol Drs. Yanto Tarah beserta pengurus M TIM Bojonegoro, kunjungannya ke desa Campurejo tersebut dalam rangka menebar benih padi M 400 .

“ Kehadiran saya ke Desa Campurejo dalam rangka menebar benih padi M400 dan budidaya konvensional,” ucap Moeldoko.

Orang nomor satu DPN HKTI tersebut bukan hanya menyaksikan, namun ikut membaur ditengah petani bersama Asisten 2, Dandim, Kapolres Bojonegoro, dan Ketua DPRD menebar benih padi disatu lahan.

“Pengurus HKTI Bojonegoro bersama Pak Moeldoko juga turut kesawah bersama para petani ikut menebar benih padi,” ujar Ketua HKTI Bojonegoro Jimmi. Para petani merasa senang lantaran Mantan Panglima TNI ini tanpa rikuh ikut berbasah –basahan simulasi menebar benih padi M 400 disawah.

Verietas padi M 400 merupakan hasil penelitian panjang dilakukan oleh tim peneliti, yang di inisiasi serta dibiayai oleh Ketua DPN HKTI ini. Maksud serta tujuannya tersebut dalam rangka meningkatkan hasil produksi gabah petani, sekaligus sebagai upaya nyata Jendral Purn Moeldoko meningkatkan penghasilan petani dan kesejahteraan ekonomi para petani.

Untuk musim tanam pertama M400 menghasilkan panen 8 ton/hektare, penanaman kedua produksi gabah petani meningkat menjadi 12 ton/hektar dan penanam ketiga dengan modal yang sama, hasil panen gabah petani meningkat tajam menjadi 16 ton/hektar.

Sedangkan untuk menekan biaya produksi sebaiknya biaya tenaga kerja di sesuaikan dengan wilayah masing- masing. Bila sebagian pekerjaan menggunakan mekanisasi maka biaya produksi akan menurun lagi. Artinya, varietas M400 biaya produksi lebih familiar, tidak menguras kantong petani, tapi menyumbang hasil maksimal bagi petani.

Moeldoko lebih lanjut menjelaskan, untuk varietas M70D memang lebih sedikit ditahap awal penanaman tapi dalam 1 tahun bisa berproduksi 4 X dengan urutan tanam padi.

“ Dengan metoda seperti itu, upaya HKTI untuk mendongkrak incom petani bakal mampu diwujudkan,”kata Moeldoko.

Sementara sebagai upaya optimalisasi penggunaan padi M 400 dan M 70 D, HKTI bakal mengadakan pelatihan teknis kepada petani di Bojonegoro. Sejauh ini HKTI Bojonegoro sudah menebar benih padi di 45 hektar, dan kemungkinan akan bertambah. (Fer)