Keluarga dan Pihak Desa di Magetan Siap Menerima Pemakaman Marry Utami

LP Nusakambangan
LP Nusakambangan

KANALINDONESIA.COM : Rencana pemakaman terpidana hukuman mati Cahyawati alias Merry Utami (46) dalam kasus karena kedapatan membawa kokain seberat 1,1 Kg, akhirnya terjawab sudah.

Pihak keluarganya tersisa di Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, telah menemui pihak desa.

Mereka meminta agar Mery dapat dimakamkan di Desa Bogorejo.

“Pihak keluarga sudah mendatangi saya semalam (Rabu, 27/07/2016). mereka menyampaikan keinginan keluarga memakamkan bersangkutan di desa ini. Selanjutnya, hal itu saya sampaikan kepada jajaran desa dan lainnya, hasilnya warga tidak menolak pemakaman di desa ini,” jelas Kades Bogorejo Dyah Susilowati, Kamis (28/07/2016).

Dikatakanya, sesuai keterangan anak terpidana mati itu (Devi), karena pihak keluarga dari Mery di Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, menolak pemakaman di Sukoharjo. Alasannya, pihak keluarga di Sukoharjo, merasa takut jika warga menolak. Pihak keluarga di Sukoharjo meminta, agar Mery dimakamkan di Nusa Kambangan saja.

Sejauh ini, tambahnya, belum ada persiapan untuk pembuatan makam, sedangkan lokasi pemakaman tidak jauh dari balai desa.

Sebelumnya, pihak desa belum bisa memutuskan menerima atau tidak Mery dimakamkan Desa Bogorejo. Setelah kedatangan pihak keluarga, tokoh masyarakat dan lainnya bisa menerima.

“Kami atau warga tinggal menunggu kabar dari pihak keluarga menyangkut eksekusi. Jika sudah ada kabar, kami secepatnya menggali kubur, warga sudah siap” terangnya.

Dilaporkan, Mery bercerai dengan Juarianto warga Desa Bogorejo, kini lagi jalani hukuman terlibat kasus penipuan CPNS. Dari pernikahannya dengan Juarianto memiliki 2 anak, sayangnya anak pertama meninggal dunia.

Mery ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, akhir Oktober 2001 silam.

(wad)