Kemeriahan Fashion Batik Lamongan 2017

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN: Kemeriahan peringatan HUT ke-72 RI masih terasa. Sebuah pagelaran Batik Fashion 2017 dengan tema“Bangga Pakai Batik Lamongan” dihelat di Pendopo Lokatantra Lamongan. Fashion Batik ini menunjukan bahwa Lamongan memiliki Batik berdaya saing international.

Acara yang digelar oleh Desperindag, Kamis malam (24/8/2017) menyajikan karya-karya setiap Skpd dan Kecamatan, dengan 180 peserta. Uniknya, Fashion itu diperagakan oleh masing masing Kepala Dinas.

Tampak peserta berlenggak-lenggok di atas catwalk. Setiap peserta berlomba menampilkan batik karya mereka dengan ikon atau brand Kota Lamongan.

Riuh sorak sorai penonton pecah ketika satu per satu para kontestan berjalan sembari memamerkan kostum yang didisain dan dibuat sendiri itu.

Semua pesertapun dibebaskan untuk memilih tema Batik yang akan dikenakan. Batik bertemakan ikon Lamongan mulai dari bandeng lele ada pun ikon wilayah pantura Lamongan.

Ketua penyelenggara sekaligus Kepala Desperindag Zamroni mengatakan, acara Fashion Batik Lamongan ini bertujuan untuk memperkenalkan ke masyarakat luas. Bahkan, Batik Lamongan sudah menembus pasar international.

“Kita ingin memperkenalkan batik lamongan. Ini loh batik lamongan! Batik khas dengan tema ikon lamongan. Batik lamongan sudah terjual hingga ke luar negeri,” katanya.

“Ya pertama ingin beda aja sama yang lain, terus Nyi Roro Kidul itu kan sosok yang legendaris terkenal di Indonesia terutama masyarakat Jawa,” tuturnya kepada detikcom di sela-sela kontes.

Zamroni menambahkan, batik fashion show ini digelar selain untuk menunjang kreatifitas masyarakat, juga sebagai ajang memperkenalkan batik lamongan agar masyarakat lebih mengenal dan mencintai batik.

“Masyarakat biar tambah kreatif, itu mereka bikin sendiri bukan nyewa atau beli. Selain itu juga untuk kampanye batik biar masyarakat semakin mencintai batik,” imbuhnya.

Untuk sang juara nantinya akan dipilih juara 1, 2, 3 serta harapan 1, 2, dan 3. Masing-masing akan mendapatkan uang pembinaan dan tropi. Hadiah sendiri diberikan bukan sebagai tanda kemenangan namun sebagai semangat agar masyarakat ke depannya lebih kreatif lagi. (Fer)