Polres Pacitan Amankan Ayah Cabuli Anaknya Sendiri

Polisi tunjukan tersanka dan barang bukti
Polisi tunjukan tersanka dan barang bukti

KANALINDONESIA.COM : Polres Pacitan mengamankan AMT(39) warga Desa Kalikuning, Tulakan, karena dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap sebut saja bunga(17) anak kandungnya sendiri yang telah berlangsung sejak Juli 2014 silam.

Pelaku mengaku khilaf dan tidak bisa menahan diri setelah melihat tubuh putri kandungnya itu yang akhirnya mencabuli dan menyetubuhinya setelah mengancam tidak akan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan akan membunuh korban.

“Jadi, pelaku ini merupakan ayah kandung korban. Dan saat melakukan hubungan badan, pelaku selalu mengancam korban. Pelaku sudah berulang kali melakukan hubungan badan dengan korban, karena dilakukan sejak 2014,”ucap Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Sukinto Herman kepada kanalindonesia.com.

Pelaku saat ini berada dalam tahanan Polres Pacitan guna proses pemeriksaan.

Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan Polres Pacitan juga mendapatkan laporan seklaigus mengamankan pelaku pencabulan anak di bawah umur juga menimpa sebut saja Mawar(17), warga Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo oleh ayah tirinya, BbT(33).

Tak berbeda jauh dengan bunga, Mawarpun disetubuhi pelaku sejak Agustus 2014 atau saat korban masih berusia 16 tahun.

Kepada polisi, Mawar mengaku telah berulang kali disetubuhi ayah tirinya dan terpaksa melayani nafsu bejat ayah tirinya itu karena selalu mendapat ancaman.

Kelakuan bejat ayah tirinya itu diketahui saat korban pingsan di sekolah dan mendapat perawatan. Saat dirawat, diketahui korban tengah hamil enam bulan. Setelah itu, korban baru berani mengaku telah disetubuhi ayah tirinya.

Sukinto menyampaikan saat ini kedua pelaku sudah ditahan di Mapolres Pacitan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Dua kasus persetubuhan di bawah umur itu terjadi sejak tahun 2014,” ujar dia.

Atas perbuatannya tersebut kedua pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(el)