PIA DPR RI Peduli Kaum Dhuafa

KANALINDONESIA.COM, DEPOK: Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, dalam rangka ikut memperingati HUT DPR RI ke-72 tahun, Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) DPR RI menggelar bakti sosial  ke Yayasan Ibnu Nafis,Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (30/8/2017).

“Sebenarnya bakti sosial ini merupakan program rutin PIA DPR yang sudah disusun sebelumnya, dan kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun DPR RI yang ke 72 tahun yang jatuh pada hari selasa 29 Agustus kemarin,” ujar Ketua Umum PIA DPR RI, Deisti A.Novanto.

Bakti sosial ini, lanjut Deisti merupakan wujud kepedulian PIA terhadap sesama. Mengingat yayasan Ibnu Nafis ini menjadi salah satu yayasan yang concern dalam memberikan pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam terhadap kaum dhuafa yang tidak memiliki cukup biaya untuk bersekolah.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini PIA DPR RI memberikan santunan berupa paket sembako sebanyak 180 paket serta sejumlah bantuan dana yang dapat digunakan untuk membantu pendidikan kaum dhuafa.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Panitia Bakti Sosial kali ini, Alya Baskoro Yudhoyono yang mengatakan bahwa wajib belajar sembilan tahun sejatinya sudah dicanangkan pemerintah sejak lama dengan tujuan untuk mewujudkan generasi penerus yang lebih berkualitas secara akademik, mental dan moral. Ibnu Nafis merupakan salah satu dari sedikit orang yang ikut peduli akan hal itu. Terutama pendidikan bagi kaum dhuafa.

“Kegiatan ini dipersiapkan hanya kurang dari satu minggu. Insyallah bantuan sembako dan sejumlah dana dari PIA DPR RI ini sedikit banyak dapat digunakan untuk membantu terselenggaranya pendidikan bagi kaum dhuafa di yayasan ini. Semoga ke depan akan semakin banyak yayasan yang bisa dikunjungi PIA,” pungkas Alya.

Terkait kunjungan PIA DPR RI ini, Ketua Yayasan Ibnu Nafis, Qurtubi Nafis dan Camat Sukmajaya, Kota Depok, Mohammad Taufan mengucapkan terimakasih atas perhatian, silaturahim dan bantuan yang diberikan kepada yayasan dan masyarakat Sukmajaya. Keduanya berharap agar silaturahim tersebut terus berlanjut hingga ke depan. (gardo)