Tidak Kantongi izin, 12 Minimarket Di Lamongan Ditutup Paksa Satpol PP

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamongan melakukan Bantuan Penertiban (Bantib) terhadap sejumlah minimarket yang tidak memiliki perizinan di wilayah Lamongan, Jawa Timur. Menurut Kepala Bidang Perundang Undangan Satpol PP Lamongan Sapari, Bantib itu dilakukan karena sejumlah alasan.

Sekitar 12 minimarket di Lamongan ditutup paksa oleh Satpol PP. Salah satunya Minimarket Smesco yang berada di Jl.Sunan Giri, Kecamatan Lamongan disegel oleh Satpol, Kamis (31/8/2017). Penyegelan dilakukan karena minimarket tersebut belum mengantongi izin meski sudah beroperasi sejak beberapa bulan terkhir.

Disetiap minimarket diberi garis dilarang melintas serta stiker bertuliskan segel dipasangi oleh anggota Satpol PP. Pintu masuk menuju minimarket pun terpaksa digembok sebelum izinnya diselesaikan

“12 mini market kami tutup dan segel. 12 dari 16 yang ditutup yang 4 itu sudah tutup duluan. Kami melakukan penyegelan dan menggembok pintunya,” ucapnya.

Pemilik minimarket, tambahnya, bisa kembali mengoperasikan tempat usahanya asalkan mengikuti prosedur perizinan operasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan.

“Untuk penyegelannya ini kita sesuaikan secepat mereka yang punya ini mengajukan ke perizinan, setelah itu menyesuaikan jadi tidak ke toko modern tapi apa toko klontong atau toko tradisional,” kata Sapari.

Menurut Kepala Bidang Perundangan undangan Satpol PP Lamongan Sapari, minimarket tersebut telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2013 tentang penataan, pusat pembelanjaan, pasar modern dan pasar tradisional.

“Pelanggarannya Perda No 06 tahun 2012 terkait dengan penataan, pusat pembelanjaan, pasar modern dan pasar tradisional,” ungkapnya. (Fer)

Pihaknya berharap, minimarket yang belum mengantongi izin untuk segera mengurusnya. Bila perlu minimarket di Lamongan bisa kembali menjadi toko tradisional.

“Minimarket modern bisa mematikan toko toko tradisional. Kalau perlu minimarket moder dirubah menjadi toko tradisional. Sehingga keberadaan pasar tradisional tidak mati, dan bisa berkembang,” tegasnya. (Fer)