Kebut Kasus LPDB, Kejati Jatim Periksa 22 Saksi di Ponorogo

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur secara maraton terus melakukan penyidikan kasus tindak pidana korupsi dana LPDB yang disalurkan ke koperasi Tunggal Kencana Ponorogo.

Hingga saat ini Kejati Jatim telah menetapkan 4 orang dari koperasi Tunggal Kencana sebagai terdakwa yaitu masing-masing Kepala KSP Tunggal Kencana Edi Santoso, pengawas Dedi Cahyono, sekretaris Handoko Wibowo dan bendahara Ari Setyobudi dan telah menjalani persidangan di pengadilan Tipikor Sidoarjo dan 3 orang dari LPDB yaitu Rahmat Budianto, Zaki Farius Zamani, Aida Rukya yang ditetapkan sebagai tersangka. Kejati Jatim saat ini telah menitipkan ke tujuh orang tersebut di Rutan kelas 1 Medaeng.

Untuk segera menyelesaikan kasus tersebut, Kejati Jatim telah mengirim 5 orang penyidik ke Ponorogo guna melakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi bertempat di gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo selama dua hari berturut-turut Rabu(30/08/2017) hingga Kamis (31/08/2017).

“Sampai hari ini ada sekitar 22 orang yang kita periksa sebagai saksi, terkait dana bergulir di KSP Tunggal Kencana,”ucap Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Richard Marpaung kepada kanalindonesia.com.

Pada pemeriksaan hari pertama yaitu Rabu(30/08/2017) penyidik memeriksa 15 orang saksi sedangkan sisanya dilakukan pemeriksaan pada hari kedua, Kamis(31/08/2017).

Ke duapuluh dua orang saksi tersebut, dikatakan Marpaung untuk memberikan keterangan dan melengkapi pemberkasan serta mengumpulkan bukti-bukti baru untuk tiga orang dari LPDB Jakarta.

Disebutkan Richard Marpaung, kasus korupsi LPDB di KSP Tunggal Kencana dimana penyaluranya itu tidak sesuai dengan proposal.

“Tidak sesuai dengan daftar definitif yang ada pada proposal yang diajukan KSP Tunggal Kencana,”terang Marpaung

Kerugian akibat penyelewengan tersebut mencapai Rp1,3 miliar dari kucuran dana sebesar Rp.2 miliar.(*)