Turun Ke Jalan Aktifis Mahasiswa, Sobek Bendera Myanmar

puluhan masa aksi GAM yang berorasi di taman ASEAN

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Diberitakan sebelumnya sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), mengecam aksi pembantaian etnis Rohingya di Myanmar, bahkan beberapa anggota Dewan menyerukan pada masyarakat Jombang agar mencopot bendera Negara Myanmar yang bdikibarkan di Taman ASEAN Jombang.

Kecaman beberapa anggota Dewan tersebut mendapatkan respon dari beberapa Ormas yang ada di Jombang, tidak lama dari kecaman dan seruan anggota Dewan di sejumlah media online maupun di Media Sosial (Medsos), mendaoatkan tanggapan dari Ormas Projo yang langsung menurunkan bendera Myanmar dari taman ASEAN pada Senin 4 September 2017.

Kini giliran puluhan aktifis mahasiswa yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), menggelar aksi solidaritas serta meberikan dukungan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Dawali orasi dan melakukan longmarch di halaman Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang hingga ke Taman ASEAN. Puluhan mahasiswa yang menyatakan diri dalam Gabungan Aksi Mahasiswa (GAM) Jombang, juga melakukan aksi tabur bunga dan penyobekan bendera Myanmar di Taman ASEAN, Ringin Contong Jombang.

“Karena memang kebiadaban yang di lakukan oleh Myanmar ini sudah menjadi tragedy kemanusiaan,” kata Saddan, selaku koordinator aksi GAM dari unsur GMNI Jombang kepada sejumlah wartawan, Rabu 6 Sepetember 2017.

Masih menurut Saddan, pihaknya menilai bahwa langkah yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar, sangatlah yidak sesuai dengan Undang- Undang Dasar 45, yang secara jelas mengatakan bahwa tidak ada penindasan dalam bentuk apapun di muka bumi.

“aksi kita hari ini adalah sebagai bentuk dukungan moril kepada saudara-saudara kita etnis Rohingya di Myanmar, karena mereka juga manusia dan bukanlah binatang yang harus dibantai secara membabi buta oleh militer Myanmar, ” ungkapnya.

Seruan Orasi yang berisi kecaman dan kutukan terhadap pemerintahan Myanmar, terlontar secara bergantian dari, panggung orasi jalanan yang dilakukan oleh masa aksi GAM, disekitar Taman ASEAN. Selain itu GAM juga membuat 5 tuntutan pada pemerintah Indonesia.

” selamatkan Etnis Rohingya, meminta pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB agar adili pelaku genoshida di Rohingya, Usir Kedubes Myanmar dari Indonesia, meminta PBB untuk mencabut nobel perdamaian Aung San Suu Kyi, dan kami minta juga agar Myanmar di coret dari keanggotaan ASEAN,” ujar Saddan.

Setelah melakukan aksi di Taman ASEAN, masa aksi GAM tersebut melanjutkan aksi mereka di depan gedung DPRD Jombang. Beberapa perwakilan mahasiswa akhirnya ditemui pimpinan DPRD Jombang, yang kemudian melakukan orasi dengan mahasiswa di depan gedung DPRD.(elo)