Penyandang Cacat Keluhkan Penerimaan Sembako dari Dinsos Jombang

salah satu penyandang cacat yang menerima hanya 1 paket sembako dari Dinsos Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Bantuan Sembilan bahan pokok (Sembako) untuk para penyandang cacat (red : disabilitas), dari Dinas Sosial (Dinsos) dikeluhkan penerima, pasalnya jatah paket sembako yang seharusnya diterima oleh penyandang cacat sebanyak 6 paket, namun kenyataan dilapangan, para kaum disabilitas ini hanya mendapatkan 1 paket bantuan sembako.

“ saya hanya dapat satu paket sembako dari Desa, dan baru tahu dari teman-teman IPC bahwa jatah paket seharusnya yang saya terima ada 6 paket, sesuai dengan foam penerimaan yang dibawa teman-teman IPC mas,” kata Angga Rachaini A.Md (31) salah satu penerima sembako dari Dinsos asal Desa Pulo Lor, Rabu 6 September 2017.

Saat ditanya apakah pihaknya mengerti bahwa sembako tersebut diperuntukkan untuk kaum Disabilitas, dan merupakan bantuan dari Dinsos, Angga mengaku bahwa dirinya tidak tahu, asal usul bantuan tersebut, dan sepengetahuannya bantuan tersebut merupakan bantuan sembako dari Desa. “ awalnya tidak tahu mas, kalau bantuan itu dari dinas. Saya tahu kalau bantuan itu dari Dinsos, ya dari teman-teman IPC,” ujarnya.

Sementara itu Unggul selaku sekretaris dari Ikatan Penyandan Cacat (IPC) Jombang saat dikonfirmasi mengenai keluhan anggotanya mengenai persoalan sembako, pihaknya mengatakan bahwa memang banyak tema-teman dari kalangan disabilitas yang kurang mengerti soal adanya bantuan sembako dari pemerintah daerah tersebut.

“ memang kebanyakan para kaum disabilitas banyak yang kurang ngerti mas soal infotrmasi tentang bantuan sembako, karena bantuan itu didistribusikan dari Dinsos, ke kecamatan dan langsung ke Desa, selanjutnya baru teman-teman diundang untuk mengambil sembako ke Desa,” ungkap Unggul.

Masih menurut Unggul, masalah pendistribusian sembako ini kurang adanya sosialisasi bagi penerimanya, dan pengawasan penyalurannya juga masih lemah.” Banyak temuan di lapangan bahwa pihak Desa dan penerima tidak mengetahui bantuan ini khusus untuk orang cacat, dan bukan untuk orang miskin,” paparnya.

Lanjut Unggul, bahkan saat pihaknya mngecek pendistribusian sembako di Desa Kepatihan, pihaknya juga mendapatkan penolakan dari pemerintah Desa, karena dianggap tidak punya kepentingan atas persoalan tersebut.

“ waktu saya mendapat laporan dari anggota IPC dari Desa Kepatihan, bahwa kaum Disabilitas hanya mendapatkan 1 paket sembako, dari Desa. Saat saya tanyakan ke pak Kades, malah saya di usir,” tandasnya.

Imbuh Unggul, padahal didalam foam penerimaan jelas ada tanda tangan penerima sembako, serta ada jumlah paket sembako yang diterima namun masih saja pemerintah Desa memberikan 1 paket sembako, dan tidak meminta tanda tangan, penerima sembako.

“ awalnya penerima hanya dapat satu, setelah saya berika penjelasan dan saya di usir dari forum dib alai Desa, ya saya pasrah saja mas, namun Alhamdulillah sore harinya saya dapat kabar kalau kekurangan yang 5 paket diberikan pada anggota saya yang di Desa Kepatihan, jadi totalnya merela menerima 6 paket sembako yang berisi 5 Kg Beras, 1 liter minyak goreng dan 1 kg Gula,” tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sulis, selaku ketua IPC Jombang, pihaknya mengaku memang bahwa selama ini persoalan disabilitas memanglah sangat multi persoalan, karena penyandang cacat memanglah orang-orang yang mempunyai keterbatasan, namun banyak juga diantara mereka yang  bukan merupakan golongan orang tidak mampu.

“ saya berharap agar ada pengawasan serta perbaikan pendistribusian sembako untuk teman-teman disabilitas, sehingga program tersebut tepat sasaran dan tepat volume penerimaannya, dikemudian hari,” pungkasnya.(elo)