Sedekah Bumi, Warga Dibee Kalitengah Lakukan Tradisi Udik Udikan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Warga Desa Dibee Kecamatan Kalitengah Lamongan punya tradisi unik ketika sedekah bumi di desa tersebut. Mereka menyebutnya dengan “udik-udikan”, yakni tradisi berebut uang receh yang dilakukan anak-anak. Mereka berjatuhan ke tanah meski hanya merebutkan uang receh yang dilempar oleh warga yang dimaksudkan untuk sedekah. tak sedikit dari anak-anak ini menangis menahan sakit akibat berbenturan dengan temannya saat udik-udikan

Sueb salah satu Panitia Sedekah bumi Desa Dibee yang mengaku sudah mengikuti tradisi udik-udikan dimasa kecilnya , Dulu sudah ada sejak jaman simbah saya  berarti sebelum kemerdekaan ,tradisi udik-udikan sudah dikenalkan dari generasi ke generasi.

Udik-udikan sendiri oleh sesepuh di jaman dahulu dimaknakan supaya warga gemar bersedekah ,dan ini ditanamkan sejak masih kecil , dimana anak -anak tidak hanya diajarkan berebut uang udik-udikan tersebut , namun juga saat membagikan uang udik-udikan. Terbukti masyarakat Desa Dibee yang hidup di desa maupun yang perantauan semuanya hadir dalam acara udik-udikan tersebut.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya yang membawa uang receh senilah hampir 1 juta yang ditempatkan dalam sebuah timbah kecil juga disebarkan ke lokasi udik-udikan tersebut. “saya tiap tahun mengikuti acara udik-udikan ini sebagai bentuk rasa syukur saya”, ujar perempuan 39 tahun itu disela-sela acara, Kamis (7/9/2017).

Sementara itu Supartin Kepala Desa Dibee mengatakan, kegiatan udik-udikan ini adalah tradisi warisan budaya yang harus dilestarikan.

“Sedekah bumi di Desa Dibee dengan segala ritualnya adalah warisan leluhur yang wajib dipertahankan, dan kita bersama masyarakat desa menginginkan ritual sedekah bumi ini sebagai cagar budaya termasuk udik-udikan”, tambahnya.

Udik-udikan ini sekaligus mengakhiri tradisi sedekah bumi yang digelar warga Desa Dibee. warga kemudian membawa pulang makanan tradisional yang belum termakan untuk keluarga yang dirumah. (Omdik)