Stand Up Indo Lamongan Pecahkan Tawa Tangis Dan Haru Penonton

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Seiring makin berkembangnya Stand Up Comedy di Indonesia, memicu bertumbuhnya komunitas komunitas Stand Up Comedy diberbagai daerah termasuk di Kubupaten Lamongan.

Di Lamongan sendiri ada komunitas Stand Up Comedy bernama Stand Up Indo Lamongan, yang baru saja menggelar Show pedananya di panggung Stand Up Comedy di Lamongan Sport Canter (LSC).

Acara perdana tersebut ternyata menuai minat pemuda pemudi Lamongan yang ingin menyaksikan Stand Up Komedy. Al hasil, Tiket sebanyak 250 sold out atau terjual habis.

Show Stand Up Indo Lamongan digawangi oleh Niko Dwi Arianto dan rekan rekannya Dhani, Ryan dan Akbar mencoba tampil dengan gaya mereka masing masing. Dalam show itu Niko dan kawan kawan mengambil tema “Mulutdurjana”. Aksi mereka mengundang pecah, tangis dan haru para penonton.

“Temanya mulutdurjana, mulut itu adalah mulut kalau durjana adalah jahat atau kejahatan, sangking jahatnya mulut seperti pepatah mengatakan “mukutmu harimaumu”, jadi klu memang mulut kita gak bisa dijaga maka akan berdampak pada keributan, cuma gara gara mulut bisa jadi demo besar besaran,” ucap pria yang kerap disapa Slamet Niko.

Sementara tujuan dari show tersebut adalah agar bisa mengubah pemikiran penonton atau orang orang untuk dapat memahami bahwa komedy itu bukan hanya bisa tertawa saja, tapi tawa tersebut tentu ada isi dan makna penting didalamnya.

“Saya ingin mengadakan acara yang berkesan dan beralasan, jadi memang saya mempersiapkan show ini selama 1 tahun, saya benar benar cari sumber yang falid dan gak cuma omong doang dan benar benar ada landasannya,” ungkapnya.

“Saya mencoba mengkritik lewat tawa, jadi tawa itu gak cuma dianggap sebagai hiburan, komedy itu hal yang serius, jadi bisa benar benar dipahami konten isinya,” tambahnya.

Sejauh ini Niko sendiri memiliki pengalaman mengikuti audisi Stand Up Komedy. Ia pun mendapat Golden Tiket langsung dari Indro Warkop. Sebelum memulai terjun kedunia komedi, pastinya niko belajar dari teman temannya saat bersekolah di Yogyakarta.

“Jadi memang kalau untuk belajar komedi tadi belajar dari tahun 2012 belajar di institut seni jogjakarta. Jadi saya banyak belajar di kampus, dan kemudian ada lomba stand up comedy akhirnya saya ikut alhamdulilah masuk 10 besar,” kata Niko Dwi Arianto.

Harapan demi harapan, Niko dan kawan kawan berharap, dengan adanya show tersebut bisa memperdayakan warga Lamongan untuk bisa lebih menyukai stand up komedi. Dan harapan terbesar mereka adalah Pemerintah Daerah bisa merangkul Komunitas Stand Up Indo Lamongan dan memberikan fasilitas untuk para seniman. (Fer)