Peneror di Madiun dan Nganjuk Ternyata Alami Gangguan Jiwa

AKBP Sony Mahar Budi Adityawarman

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Kartika Probo Putriningsih (48), warga Perum Sleman Permai, Kabupaten Sleman, Jateng, pelaku yang sempat melakukan teror terhadap  jajaran Polres Nganjuk dan Polres Madiun Kota, akhirnya Minggu (10/09/2017) siang lalu dipulangkan. Bersangkutan dalam pemeriksaan dan keterangan sejumlah pihak bersangkutan mengalami gangguan jiwa.

“Bersangkutan sebelumnya, Rabu (06/09/2017) lalu sempat melakukan teror di salah satu Polsek Polres Nganjuk, disuruh membakar Polsek oleh seseorang. Ketika ditanggapi Kanit Reskrim setempat, bersangkutan meminta maaf dan berjanji pulang ke Sleman,” jelas Kapolres Madiun Kota AKBP Sony Mahar Budi Adityawarman, Senin (11/09/2017).

Ternyata, bersangkutan bukan pulang ke Sleman, Jateng, Sabtu (09/09/2017) dini hari, melainkan ke RSUPP Jatim Paru di Kota Madiun. Bersangkutan disitu sempat emosi dan teriak, lalu diamankan security dan masih terus berteriak-teriak. Selanjutnya, dilaporkan ke Polsekta Manguharjo berjarak beberapa meter dari RSUPP Jatim Paru.

Bersangkutan pun ikut diamankan, saat dimintai keterangan memberikan keterangan berbelit-belit mengaku pelajar SMA sambil menutupi dengan topi. Belum lagi, mengaku warga Kabupaten Ngawi dan anak anggota Polri, ditas bersangkutan ditemukan sabuk serta topi Polri. Begitu dicross cek anggota Polri dimaksud mempunyai anak usia Balita.

Berikutnya, bersangkutan dibawa ke Mapolres Madiun Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif, hasil diperoleh keterangan bersangkutan pernah melakukan aksi serupa di sejumlah Polres. Bahkan, bersangkutan mengaku tengah memantau sejumlah polsek untuk memetakan kelemahan.

Diperoleh keterangan lain, pernah menjalani pemeriksaan kejiwaan sejumlah rumah sakit, hasilnya diagnosa alami gangguan jiwa. Sehari berselang atau Minggu (10/09/2017) diketahui kontak keluarga bersangkutan diminta untuk mengambil bersangkutan ke Polres Madiun Kota.

“Namun, pihak keluarga menolak, tak pelak kami harus mengantar ke Sleman sore hari. Bersangkutan diserahkan kepada keluarga dengan diketahui pihak RT dan polsek setempat. Memang dalam pengamanan sempat melibatkan anti teror Brimob,” ujar Kapolres Madiun Kota lagi.

Informasi dihimpun Kartika Probo Putriningsih diamankan Satreskrim Polres Malang 10 Septemebr 2014 lalu. Dia diduga menebar teror melalui pesan singkat ke Polsek Karangploso. Dalam aksinya, Kartika mengirim pesan singkat kepada sejumlah anggota di jajaran Polres Malang. Pesan itu berisi rencana penyerangan mapolsek oleh puluhan orang.

Satreskrim Polres Malang akan menitipkan tersangka ke Lapas Wanita Sukun, Kota Malang. Karena sebelumnya mencoba bunuh diri dengan meminum cairan sampo ditahan Polres Malang, Senin (15/9/2014). Kartika diduga depresi setelah ditahan karena berkali-kali meneror Polsek Karangploso, melalui SMS.(sam)