Tahun Ini, PAD Pemandian Air Hangat Tirto Husodo Pacitan Naik Tiga Kali Lipat

pemandian air hangat Tirto Husodo
pemandian air hangat Tirto Husodo

KANALINDONESIA.COM : Unit Pelaksana Tehnis Daerah(UPTD) pemandian air panas Tirto Husodo Pacitan pada tahun ini, mentargetkan adanya kenaikan atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Kenaikan tiga kali lipat ini disampaikan Kepala UPTD Pemandian Air Hangat Tirto Husodo Pacitan, Imam Mukti, dan hal itu sudah menjadi keputusan bupati.

Disebutkanya, pada tahun 2015, target PAD obyek wisata tersebut yaitu Rp 400 juta dan untuk tahun 2016 ini dia mengatakan meningkat menjdai Rp1,2 miliar.

Kenaikan target PAD ini menurutnya, dikarenakan adanya kenaikan harga tiket. Imam merinci harga tiket masuk ke Tirto Husodo untuk dewasa yang awalnya hanya Rp4.000/orang naik menjadi Rp10.000/orang dan untuk anak-anak yang awalnya Rp3.000/anak naik menjadi Rp5.000/anak.

“Harga tiket masuk mulai tahun ini dinaikkan, sehingga target PAD pun dinaikkan. Mau tidak mau karena ini sudah keputusan, kami di lapangan akan berusaha supaya memenuhi target yang telah ditentukan,”ucap Imam Mukti.

Dijelaskanya, daya tampung pemandian air hangat Tirto Husodo diperkirakan mencapai seribuan orang, dan pengunjung rata-rata per hari mencapai 100 orang. Sedangkan untuk akhir pekan dikatakanya bisa mencapai 1.000 orang. Bahkan pada hari libur besar seperti Lebaran dan tahun baru bisa mencapai 5.000 orang per hari.

“Seperti lebaran kemarin, pada puncaknya yaitu H+3 Lebaran, pengunjung yang datang ke Tirto Husodo mencapai 5.000 orang. Sedangkan pada hari setelah itu sekitar 2.000 orang per hari,” ujar dia.

Menurut dia, jumlah pengunjung pada tahun ini cenderung menurun dibandingkan pengunjung pada tahun sebelumnya. Hal ini karena disebabkan robohnya jembatan di Gemaharjo yang roboh beberapa waktu lalu.

“Sejak jembatan Gemaharjo yang menjadi penghubung Ponorogo-Pacitan roboh, jumlah pengunjung memang merosot. Karena wisatawan enggan untuk lewat jalur lain karena jaraknya sangat jauh, tetapi sekarang kan jembatan sudah bisa dilalui dan perlu ada sosialisasi supaya wisatawan tahu,” jelas dia.

(wad)