Melihat Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di Wilayah Lamongan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Demi memaksimalkan penerapan kurikulum 2013, UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Karanggeneng melakukan program pendampingan untuk guru-guru dan Kepala Sekolah di sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 oleh guru inti sebagai pendamping.

Pendampingan guru diperlukan untuk melihat sejauh mana guru berhasil mempraktikkan konsep kurikulum 2013 di kelas. Lantas seperti apa proses pendampingan dilakukan?.

Seperti hari ini Senin, (18/9/2013) Kegiatan yang dilakukan di SDN Kendal Kemlagi Kecamatan Karanggeneng Lamongan ini dimulai pada jam 08.00 Wib dan direncanakan selesai pada pukul 15.30 Wib tersebut Pesertanya banyak guru yang masih mudah dan lebih segar serta bersemangat.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Karangeneng, Sutiknan menuturkan proses pendampingan dilakukan melalui sistem In-On, in house training dan on job training.

“beberapa guru Sekolah Dasar di Wilayah Kecamatan Karanggeneng dan Kecamatan Kalitengah, guru Kelas I dan IV berjumlah 20 orang, guru Olahraga 10 orang, guru Pendidikan Agama Islam 10 orang termasuk kepala sekolah 10 orang akan diberi pendampingan,” ujar Sutiknan.

Lembih lanjut, Sutiknan mengharapkan Kegiatan ini dapat dimplementasikan di Lembaganya masing-masing, sehingga program ini dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan oleh Pemerintah dengan pencapaian akhir pada karakter anak didik semakin tahun semakin baik.

Sementara itu, Didik Sulistiyo salah satu Kepala Sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut menjelaskan bahwa guru inti melakukan pertemuan awal (in) untuk mendiskusikan materi pendampingan, agenda kegiatan dan informasi lain yang dibutuhkan.

“Disinilah kita dilatih agar sebelum guru melaksanakan micro theacing atau praktek mengajar di kelas, guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran”, Ujar Kepala Sekolah SDN Latukan Karanggeneng tersebut.

Selanjutnya guru melaksanakan proses pendampingan di dalam kelas. Disini guru pendamping melakukan pengawasan dan penilaian (on) pelaksanaan kurikulum 2013. Setelahnya, kedua guru kembali melakukan diskusi pembahasan jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan merumuskan langkah-langkah perbaikian. Keempat, guru kembali mengajarkan dikelas melakukan perbaikan sesuai hasil observasi (on) sebagai tindak lanjut pendampingan. Terakhir, guru menyusun laporan proses dan hasil pendampingan (in).

“Dari situ pendamping akan memberikan masukan-masukan kepada guru cara mengajar yang baik dan memperbaiki kekurangan,” katanya. (Omdik)