Polres Ponorogo Tangkap Dua Pengedar Pil Koplo

Dua pengedar pil koplo beserta barang bukti diamankan di mapolres Ponorogo ( foto : kanalindonesia.com)
Dua pengedar pil koplo beserta barang bukti diamankan di mapolres Ponorogo ( foto : kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Satreskoba Polres Ponorogo dalam dua hari berturut-turut berhasil mengamankan dua pengedar pil doble L.

Penangkapan pertama yaitu dengan tersangka, NR(21) warga Babadan yang ditangkap saat berada tempat kos di Jalan Barong, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Rabu(27/07/2016) malam.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 kantong plastik klip didalamnya berisi 32 butir pil dobel L, 1 tas warna hitam yang berisi 1 bekas bungkus rokok yang didalamnya berisi 1 kantong plastik berisi 8 linting kertas grenjeng yang masing masing linting berisi 8 butir pil dobel L.

Sementara pada hari berikutnya yaitu Kamis( 28/07/2016) sekira pukul 13.00 WIB siang polisi kembali menangkap satu tersangka yaitu YAN(34) warga Babadan Ponorogo di warnet Semeru, yang masuk Kelurahan Nologaten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Dari tersangka kedua ini berhasil diamankan barang bukti berupa 3 linting kertas grenjeng masing-masing linting didalamnya berisi 8 butir pil dobel L, -1 bekas bungkus rokok didalamnya berisi 18 linting kertas grenjeng yang masing masing berisi 8 butir pil dobel L serta ang tunai Rp10.000,-

Kedua tersangka saat ini ditahan di sel tahanan Mapolres Ponorogo guna pemeriksaan dan pengembangan kasus.

“Anggota Satreskoba Polres Ponorogo, selama dua hari berturut-turut berhasil mengamankan dua pelaku peredaran obat terlarang jenis pil doubel L, di tempat yang berbeda. Saat ini kedua tersangka bersama barang bukti ditahan di Mapolres guna proses penyidikan dan pengembangan kasus,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Harjadi, Minggu(31/07/2016).

Keduanya dianggap telah melakukan tindak pidana setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan mutu, dan dikenakan pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

(wad)