Waduk Sugihwaras Kering, Petani Manfaatkan Penanaman Palawija

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Memasuki puncak musim kemarau yang melanda di wilayah Lamongan dan sekitarnya, membuat debit air waduk di Desa Sugihwaras Kecamatan Kalitengah Kabupaten Madiun mengalami penyusutan. Debit air waduk menyusut hingga 85 persen, bahkan sebagian tanah dikawasan waduk nampak kering kerontang.

Kondisi ini terjadi sejak tiga bulan terakhir hingga membuat tanah di dasar waduk mengering. Warga disekitar waduk memanfaatkan sebagian lahan untuk bercocok tanam. Berbagai tanaman palawija, mulai dari Ketela, jagung, sayuran hingga buah-buahan dengan hasil panen yang cukup dijadikan mata pencaharian oleh sebagian warga.

“Sudah tiga bulan kami manfaatkan lahan pertanian yang muncul karena debit air waduk Sugiwaras turun drastis. Kami menanam tanaman jenis palawija mulai dari kacang-kacangan hingga ketela,” ujar Mahfud , seorang petani Dusun Depek, Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Senin (18/9/2017).

Mahfud menyebutkan, pemanfaatan lahan untuk bercocok tanam dinilai praktis lantaran dekat sumber air. Untuk mencukupi kebutuhan air bagi tanaman, petani tinggal menyedot air dari waduk dengan mesin pompa air.

Menurut Mahfud petani Waduk Sugihwaras, sebagian warga juga memanfaatkan penyusutan debit air waduk untuk mencari ikan. Sebab dengan berkurangnya air waduk setiap hari maka dipastikan ikan akan semakin mudah didapat.

Senada dengan Mahfud, Sukinjar memilih memanfaatkan lahan yang muncul pasca air waduk menyusut lantaran sawahnya di lain lokasi susah mendapatkan air.
Sementara itu, Mat Ali, Sekretaris Desa Sugihwaras mengatakan saat ini ketinggian air di waduk mencapai selutut anak-anak, itu pun hanya dipinggir saja, sementara di tengah kering. “Bila dua bulan lagi tidak hujan maka waduk ini pasti kering,” ujar Mat Ali. (Omdik)