Pemkab Lamongan Masih Perlu Kawal Penerapan Pertanian Modern

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Pemkab Lamongan konsisten untuk mengawal penerapan pertanian modern, terutama jagung. Dari hasil evaluasi, meski penerapannya belum 100 persen, produktivitas di 12 kecamatan pecontohan sudah mencapai 8,1 ton perhektare.

Hasil positif itu direaksi Bupati Fadeli dengan memajukan jadwal Temu Wicara Kontak Tani jauh-jauh hari sebelum dimulainya tahapan penanaman jagung. Agenda ini seharusnya baru akan dilaksanakan pada awal Oktober.

“Sudah terbukti pengawalan terhadap penerapan konsep pertanian modern bisa melonjakkan produktivitas jagung. Karena itu Saya meminta memajukan jadwal Temu Wicara Kontak Tani ini menjadi September, “ katanya saat membuka Temu Wicara Kontak Tani di Pendopo Lokatantra, kemarin.

Dia juga memberi apresiasi, atas upaya keras banyak pihak sehingga target rata-    rata produktivitas di 12 kecamatan percontohan bisa terlampaui.
Di awal road map, produktivitas jagung di 12 kecamatan hanya 6,7 ton perhektare. Sementara hingga Agustus 2017 sudah mampu mencapai rata-rata produktivitas 8,1 ton perhektare.

“Kami memiliki keyakinan, jika road map ini benar-benar dikawal, maka bukan sesuatu yang mustahil, jika di 2018 rata-rata produktivitas bisa mencapai 10 ton perhektare di 12 kecamatan percontohan, “ katanya menambahkan.
Selain pengawalan, Pemkab Lamongan seperti disampaikan Fadeli akan melakukan pengadaan 10 backhoe untuk pembuatan embung di desa-desa. Sehingga diharapkan akan tersedia cukup sumber air baku, ketika musim puncak kemarau tiba.

Dari evaluasi atas pelaksanaan road map yang  disampaikan M. Kholil Mahfud dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Malang, adopsi teknologi budidaya jagung modern rata-rata baru diterapkan 57 persen oleh petani.

Itu terkait dengan komponen penyiapan lahan, penggunaan varietas, penggunaan pupuk organik, jarak tanam, jenis dan takaran pupuk NPK serta cara pemberian pupuk NPK.

“Yang cukup menggembirakan, 70 persen petani sudah menggunakan pupuk organik. Karena itu akan dibuatkan road map untuk bisa memenuhi kebutuhan pupuk organik, “ jelas dia.

Penerapan adopsi teknologi budidaya jagung yang tidak sampai 60 persen ini rupanya sudah cukup melonjakkan produktivitas menjadi 8, 1 ton perhektare. Karena itu tidak berlebihan jika Fadeli optimis bisa mencapai 10 ton perhektare pada 2018. (Fer)