Pompa Air Buntungan Hadapi Kemarau Panjang

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Pompa Air Butungan yang berada di Desa Butungan Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan tersebut merupakan Pompa air yang terhitung lama karena dibangun pada tahun 1971 dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan 13 Desa di Wilayah Kecamatan Kalitengah yang masuk dalam wilayah DI (daerah irigasi) Pom Air Butungan.

Menurut Denta, operator Pompa Air Butungan yang berhasil ditemui oleh kanalindonesia, permintaan air pada beberapa desa di bantaran Sungai Bengawan Solo pada musim kemarau tahun ini sangat meningkat. Ini terlihat pada oprasional Pompa Air Butungan itu sampai 24 Jam tanpa henti. Dengan mengoprasionalkan 4 unit pompa berukuran 52 PK tersebut dengan cara bergantian.

Masing-masing pompa berjalan selama 8 jam, setelah itu diganti dengan oleh pompa lain.  Diharapkan aliran air dari Pompa Air Butungan ini mampu melayani sekitar 1.185 Hektar lahan sawah.

Sementara itu, Matnawi salah satu Staf UPT Pengairan Karanggeneng yang bertanggungjawab terhadap Pompa Air Butungan mengatakan bahwa pelayanan pengairan terhadap 1.185 Hektar yang mestinya diairi air dari Pompa Air Butungan tidak akan bisa maksimal karena berbagai hal. Akan tetapi beberapa desa di bantaran Sungai Bengawan Solo lewat HIPPA nya sedikit meringankan beban tugas Pompa Air Butungan.

“Kalau tidak ada HIPPA dari beberapa desa yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo, seperti Pengangsalan, Kalitengah, Kuluran, Canditunggal dan Sugihwaras sangat membantu tugas kami melayani masyarakat”, jelas Matnawi.

Lebih lanjut lelaki yang hoby keluyuran untuk memantau sularan irigasi ini mengatakan, Pompa Air Butungan memiliki masalah yang sangat vital yaitu tentang rutinitas pengerukan jalur masuknya air (intake) dari Bengawan Solo yang berada di bantaran sungai ke are Pompa Air Butungan tersebut. Jalur intake itu sering dangkal karena endapan lumpur Sungai Bengawan Solo ketika debit air naik.

Pengerukan ini yang sering menjadi kendala, karena harus membutuhkan waktu yang tepat. Apabila tidak tepat maka pengerukan itu tidak ada gunanya.

“Pengerukan itu mestinya bulan Mei harus dilakukan, namun terkadang bulan-bulan sekitar itu kondisi permukaan air Sungai Bengawan Solo masih tinggi sehingga terjadi penumpukan endapan lagi”, tambahnya.

Selain itu permasalahan jalur birokrasi terkadang ikut mempengaruhi cepatnya tindakan.

Sesuai dengan wilayah kerja Pelayanan Pompa Air Butungan itu harus melayani di 13 Desa, akan tetapi beberapa Desa yang mestinya masuk wilayah Pengairan yang dari Bengawan Jero pun ikut terlayani karena kondisi Kali Blawi debit airnya turun, sehingga Pompa Air Butungan harus memperluas wilayah alirannya. (Omdik)