DPD Minta Optimalkan Implementasi Siskeudes

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA,  Komite I DPD RI meminta implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) harus segera dioptimalkan ke seluruh wilayah di Indonesia. Termasuk desa yang belum terkoneksi dengan jaringan internet.

“Siskeudes ini harus mempunyai sistem yang mudah dipahami oleh aparatur desa,” demikian yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite I tentang pengawasan Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Ketua Komite I DPD RI, Akhmad Muqowam melihat banyak kasus penyalahgunaaan dana desa dan OTT sejumlah kepala desa sebagai kurangnya sistem pengawasan terhadap suatu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Karena itu Komite I DPD RI meminta kepada pemerintah untuk mengalokasikan anggaran khusus yang digunakan untuk pembinaan dan pengawasan pelaksanaan UU Desa yang melekat pada aparat internal pemerintah, yaitu inspektorat di pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan beserta anggarannya yang bersumber dari APBN dan APBD.

Selain itu, Muqowwam mendesak pemerintah untuk memformulasikan kembali Dana Desa yang bersumber dari APBN sesuai dengan amanat penjelasan pasal 72 ayat 2 UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, yang menyatakan bahwa anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dihitung berdasarkan jumlah desa dan dialokasikan dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa.

“Komite I DPD RI meminta kepada pemerintah agar memberikan fleksibilitas kepada desa dalam mengambil kebijakan terkait implementasi dana desa, karena desa merupakan subyek dalam pembangunan yang paling paham kebutuhan desanya,” kata senator dari Jawa Tengah ini.

Komite I DPD RI akan menjadwalkan untuk mengadakan rapat kerja dengan Menteri Desa dan PDTT minggu depan, untuk lebih berkomitmen dalam mengawal pelaksanaan UU Desa sesuai dengan tugas dan kewenangan yang diamanatkan peraturan perundang–undangan yang didasari oleh semangat berkoordinasi, kolaborasi dan kerjasama. (gardo)