Satreskrim Polres Jombang, Bekuk Salah Satu DPO Pengeroyokan

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Rio Ramadhani (22), warga asal Dusun Ngundi, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Jombang Jawa Timur, yang menjadi DPO selama satu tahun, atas tindak pidana pengeroyokan terhadap, Mohammad Imron (38), yang tewas pada 2016 lalu, berhasil dibekuk tim Resmob Satreskrim Polres Jombang.

“ salah satu DPO berhasil, kita amankan atas kasus pengroyokan yang terjadi pada pertengahan 2016 lalu. Dan untuk saat ini kita masih melakukan pemeriksaan,” kata AKP Wahyu Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, kepada sejumlah wartawan, pada hari Sabtu 23 September 2017.

Masih menurut Norman, pelaku yang berprofesi sebagai seorang sopir ini sering berpindah tempat sehingga sedikit menyulitkan petugas yang melakukan pengejaran. Namun dikarenakan petugas sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku sehingga dengan mudah petugas mengamankan tersangka.

” Pelaku ditangkap disalah satu daerah yang masih di Provinsi Jawa Timur, untuk pelaku yang lain masih terus kita lakukan pengejaran oleh anggota kita,”pungkasnya.

Dari data yang dhimpun redaksi peristiwa pengroyokan terhadap korban terjadi, pada Rabu tanggal 27 Juni 2016 silam. Pada waktu itu korban dituduh melarikan istri Sukari (38), yang statusnya sebagai otak pengeroyokan yang sudah tertangkap tak lama setelah kejadian. Selain mengamankan Sukari, Polisi juga mengamankan beberapa tersangka lain pada waktu itu, yakni Suyanto (39), Kayin (57), Sujiono (39), Juli Siswanto (28) dan Sair (69).

Atas perbuatannya pelaku terancam pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan jo Pasal 170 tentang penganiayaan secara bersama-sama, dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.(elo)