Magma Dekati Puncak Gunung Agung, PVMBG Tetapkan Status Awas

KANALINDONESIA.COM, KARANGASEM: Semakin tingginya intensitas gempa vulkanik dangkal menandai aktivitas Gunung Agung di Bali, dimana dalam enam jam terakhir tercatat 38 kali terjadi gempa vulkanik dangkal.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG, Kasbani mengatakan peningkatan gempa vulkanik itu menunjukkan pergerakan magma mulai naik ke permukaan.

“Kegempaan masih tinggi dan gempa vulkanik dangkal semakin banyak merupakan indikasi bahwa sumber letusan dekat dengan permukaan kawah gunung,” jelas Kasbani, Minggu (24/09/2017).

Berdasarkan pantauan dari Pos Pemantauan Gunung Agung yang terletak di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, juga mencatat sering terjadinya gempa tektonik lokal mencapai 3,5 skala richter.

Sejak pukul 00.00 – 12.00 Wita tercatat 332 kali gempa vulkanik dalam, 211 kali vulkanik dangkal dan 43 kali gempa tektonik lokal.

Kepala bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Gede Suantika mengatakan aktivitas magma berada pada jarak 1-2 km di bawah puncak Gunung Agung.

Meski demikian aktivitas Gunung Agung tidak dapat diperkirakan, bahkan penurunan status juga dimungkinkan “”Tidak bisa dipastikan kapan, tergantung aktivitas kegempaan,” jelas Suantika.

Selain aktivitas kegempaan, dari pemantauan juga menunjukan adanya asap putih solfatara di puncak Gunung Agung. “Secara visual terlihat asap putih setinggi 200 meter di puncak gunung,” ujarnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG telah menetapkan status awas (level IV) untuk Gunung Agung.(*)