Polisi, Bekuk Dua Pengedar Pil Koplo

Firman dan Sandi meringkuk di tahanan Mapolsek Ngusikan dalam kasus peredaran pil dobel L

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Lagi-lagi, unit Reskrim Polsek Ngusikan, Jombang Jawa Timur, membekuk dua pengedar pil koplo pada hari Minggu 24 September 2017. Kedua pelaku yang berhasil diamankan Polisi, yakni Firman Kurnia (19), warga Desa Karangdagangan Kecamatan Bandar Kedungmulyo dan Sandi (28), asal Desa Sumberagung Kecamatan Perak. Dari keduanya petugas menyita total 854 butir pil koplo jenis dobel L, serta sejumlah barang bukti lainnya.

“Keduanya ditangkap terpisah. Firman di Jalan Raya Desa Keboan Kecamatan Ngusikan. Sedangkan Sandi dibekuk di rumahnya,” kata Iptu Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang, Senin 25 September 2017.

Subadar menjelaskan, penangkapan terhadap dua pengedar yang masih satu jaringan ini bermula dari penyelidikan polisi terkait maraknya peredaran pil koplo di wilayah hukum Polsek Ngusikan. Dari penyelidikan, petugas mendapatkan informasi jika salah satu pengedar bernama Firman Kurnia akan melakukan transaksi di jalan raya Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan.

Dari sini, petugas unit reskrim bergegas menuju lokasi untuk melakukan pengamatan. Tak lama kemudian Firman muncul di lokasi dan langsung disergap petugas sekitar pukul 11.30 WIB.

“Firman tidak bisa berkutik karena saat digeledah kedapatan masih membawa 8 butir pil dobel l sisa transaksi. Selain itu juga turut diamankan sebuah HP (handphone) sarana transaksi dan sebuah sepeda motor jenis matic,” beber Subadar.

Lanjut Subadar, pada petugas, pelaku mengaku mendapatkan pil koplo dari temannya bernama Sandi. Setelah mengantongi alamatnya, sekitar pukul 15.30 WIB petugas menuju rumah Sandi untuk melakukan penangkapan.

“Dalam penggeledahan ditemukan 846 butir pil dobel l yang disembunyi di dalam almari rumah. Selain itu juga diamankan sebuah HP dan uang hasil penjualan pil koplo Rp 1,2 juta,” ujar Subadar.

Selajutnya kedua pengedar berikut barang bukti yang ditemukan dibawa ke Mapolsek Ngusikan untuk pemeriksaan lanjutan. “Dalam gelar perkara keduanya terbukti melanggar Pasal 196 Undang-undang RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkas Subadar.(elo)