Kemarau Lonjakkan Produksi Tembakau Meningkat

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Musim kemarau di Lamongan berdampak pada melonjaknya produksi tembakau. Sampai awal September lalu, produksinya sudah mencapai 2.089,05 ton.

Produksi itu dipastikan masih akan bertambah. Karena ada sejumlah besar lahan pertanian tembakau yang belum selesai dipanen.

Tahun ini Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan mencatat luas lahan tembakau mencapai 5.540,5 hektare. Luasan itu meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun 2016 yang hanya 3.886 hektare dengan produksi 4.663,2 ton.

Produksi tertinggi tembakau Lamongan dicapai pada 2012 yang sebesar 13.703.548 ton dari luas areal panen 9.688 hektare.

Disebutkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Aries Setiadi melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, kemarau juga mendongkrak harga jual tembakau.

Tembakau daun basah di tingkat petani saat ini dihargai Rp 3.500 perkilogram. Sementara jika dalam kondisi daun kering harganya Rp 12 ribu hingga 17 ribu perkilogram.

Sedangkan untuk tembakau sudah dalam kondisi rajangan dihargai antara Rp 22 ribu hingga 27 ribu perkilogram.

Petani Lamongan selama ini menanam tembakau jenis virginia dan jawa. Untuk jenis virginia, produksi sementara tahun ini mencapai 629,71 ton dari areal panen seluas 2.074, 5 hektare.

Sementara jenis jawa lebih banyak dipilih untuk dibudidayakan petani Lamongan. Produksi sementara saat ini mencapai 1.459,34 ton dari areal seluas 3.466 hektare.

Untuk memberdayakan petani, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tahun ini memberikan bantuan untuk kegiatan pasca panen. Diantaranya berupa alat jemur temabakau, alat perajang, dan genset.

Dia juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak mencoba untuk menjual rokok ilegal yang tidak dilengkapi pitau cukai, atau rokok polosan. Apalagi sampai ada yang mengunakan pita cukai palsu, pita cukai bekas, maupun yang tidak sesuai dengan jenis dan golongan.

Karena berdasar Undang-undang Nomo39/2007 tentang cukai, pelanggaran itu bisa kena pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. Ada juga diatur dalam pasal 29 tersebut, denda hingga 10 kali dari nilai cukai yang harus dibayar. (Fer)